Tantang Emrizal, Subkontraktor Stadion PON Siap Digugat

Selasa, 26 Juni 2012 - 15:14:14 WIB
Share Tweet Instagram

Subkontraktor di Main Stadion Unri tanpaknya cukup kesal dengan pernyataan Plt Kadispora Riau, Emrizal Pakis yang menyebutkan tidak adanya pembongkaran oleh subkontraktor. Emrizal pembohong, padahal pembongkaran langsung diliput oleh Metrotv Pekanbaru.

"Kalau masih juga aksi pembongkaran 150 kursi, lampu sorot, soundsystem dan pagar pembatas penonton yang kami lakukan Sabtu lalu dikatakan tak ada, yuk sama-sama kita turun untuk membongkar. Saya tantang Pak Emrizal untuk membongkar semua yang sudah kami pasang itu," tantang juru bicara Forum Subkontraktor Main Stadium PON XVIII Riau, Ari Setiawan.

Adanya statemen Plt Kadispora Riau Emrizal Pakis, yang mengatakan kalau aksi pembongkaran kursi tidak ada. Yang ada katanya cuma perbaikan kursi-kursi yang rusak, hal itu langsung dibantah Ari.

"Kami punya bukti-bukti tentang pembongkaran itu. Bahkan Metro TV sendiri meliput langsung. Kenapa pula sampai dibilang itu penggantian kursi yang rusak? Memang kursi yang kami bongkar tidak langsung dibawa pulang. Tapi masih ditaruh dibawah. Pas kami mau masuk lagi, sudah tak boleh," cerita Ari.

Andai itu penggantian yang rusak, menurut Ari "Kenapa yang menggantinya KSO? Kenapa bukan subkontraktor? Kalau ada yang rusak kan tanggungjawab kami. Bukan tanggungjawab KSO. Jadi jangan gitulah caranya. Kalau uang kami dari dulu sudah dibayar, enggak akan kayak gini ceritanya," tegas Ari.

Aksi pembongkaran kursi penonton, papan panel scoreboard, pagar pembatas penonton, soundsystem hingga lampu sorot yang dilakukan oleh Forum Subkontraktor Main Stadium PON XVIII Riau komplek Universitas Riau di Panam Pekanbaru itu, nampaknya kian berbuntut panjang.

Tah hanya itu, Forum Subkontraktor ini menantang Plt Kadispora Riau, Emrizal Pakis, untuk sama-sama membongkar fasilitas main stadium yang sudah kadung dipasang itu, kini Forum Subkontraktor mengaku siap diseret ke jalur hukum atas tudingan lain yang sudah mencuat, merusak fasilitas negara.

"Pembongkaran fasilitas itu multi tafsir. Kalau misalnya akan dibawa ke jalur hukum, kami siap saja. Masing-masing perusahaan sudah ready dengan lawyer masing-masing," Ari Setiawan alias Wawan.

Seperti berita sebelumnya, Sabtu pekan lalu, 12 subkontraktor yang tergabung dalam Forum Subkontraktor Main Stadium POn XVIII Riau membongkar beberapa fasilitas yang sudah kadung mereka pasang. Aksi pembongkaran ini terpaksa dilakukan lantaran sampai sekarang duit mereka sebanyak Rp 25 miliar belum dibayarkan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) yang notabene adalah PT. Wijaya Karya, PT. Adhi Karya dan PT. Pembangunan Perumahan.

Uang itu tertunggak bukan lagi sebulan dua bulan. Tapi sudah bertahun. Bahkan ada yang sudah tiga tahun. Sementara menurut Perda nomor 5 tahun 2008 tentang pembangunan main stadium yang menguras duit APBD Riau sebesar Rp 900 miliar itu, pembangunan Main Stadium sudah musti kelar Desember 2011.

Tapi kenyataan di lapangan, sampai sekarang di Main Stadium masih ada pekerjaan. Pertanyaannya, pekerjaan apa lagi dan sumber duitnya dari mana? Pertanyaan ini sampai sekarang belum terjawab.**az


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT