Gubri : 71 Tahun Merdeka, Sudah Saatnya Kerja untuk Masyarakat

Senin, 22 Agustus 2016 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Tahun 2016, tepatnya 17 Agustus Indonesia sudah mereka 71 tahun dan peringatan HUT Kemerdekaan di Pemerintahan Joko Widodo mengusung tema "Kerja Nyata!". Tema yang tidak hanya slogan ini diaplikasikan Pemerintah Provinsi Riau dengan bentuk kerja nyata yang sepenuhnya memberikan pelayanan ke marsyarakat. Bukti nyata memaknai kemerdekaan dengan berkreasi, berinovasi, dan terus belajar untuk yang lebih baik.

"Mari kita kerja nyata secara bersama-sama membangun dan merubah paradigma nasional, dari yang bersifat konsumtif menjadi produktif, dari yang bersifat Jawa sentris menjadi Indonesia sentris. Memperbaiki regulasi dan birokrasi secara masif seiring dengan perkembangan dan penerapan teknologi informasi dan telekomunikasi," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman

Kementerian Dalam Negeri melalui Pemprov Riau, bertepatan 17 Agustus 2016 ikut meluncurkan slogan Indonesia Kerja Nyata. "Pemerintah bisa dikatakan kuat, manakala ada kenyamanan dan keamanan yang dirasakan seluruh masyarakat, termasuk kekuatan dalam ekonomi kerakyatan memegang peran penting,”kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dalam pidato HUT RI ke 71 pada Rabu (17/8/2016) di halaman Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman Pekanbaru.

Masih dalam pidato Gubri, Arsyadjuliandi Rahman menyampaikan tahun ini dibanding tahun sebelumnya berbeda, dengan slogan tersebut menjadi kebanggaan sendiri. Sekarang sudah tidak zamannya pemimpin tidak mau bekerja. Tetapi kini saatnya kerja nyata untuk masyarakat. Prestasi Pemprov Riau sebagai penyumbang PAD terbesar menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemprov Riau & masyarakatnya. Dengan kerja keras seluruh SKPD dan masyarakat Riau, cita-citanya di tahun depan ada perbaikan peringkat yang lebih baik.

Sambung Arsyadjuliandi Rahman, untuk menujukkan kerja nyata, tentunya diharapkan kerjasama yang baik lintas institusi maupun SKPD memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat. Dengan kerja keras akan memudahkan bagi masyarakat meningkatkan kesehatannya. "Kerja nyata pun akan segera ditetapkan diberi agar institusi, baik sekolah maupun aspek lain terutama ruang lingkup SKPD, berawal dari peran Pemeintah memberikan kerja nyata, tentunya memberikan efek timbal balik dari masyarakat juga memberikan sumbangsih kerja nyata terhadap pembangunan daerah, sebagai rumah kita bersama," tambah Gubri.

Arsyadjuliandi Rachman juga berharap peringatan HUT ke-71 RI dijadikan sebagai intropeksi diri bagi semua masyarakat Riau, terutama bagaimana agar kemerdekaan yang diraih dengan susuah payah oleh para pejuang dinegeri ini, bisa diisi dengan berbagai kegiatan positif, dan dapat mendukung berbagai program pemerintah dalam membangun.

"Kemerdekaan ini didapat dengan usaha dan doa dari para pejuang. Semua ini didapat bukan dengan cara mudah. Berapa banyak korban nyawa, harta dan sebagainya. Karena itu, mari kita isi kemerdekaan ini dengan sesuatu yang positif, yang bisa terus mengingat kita akan jasa-jasa para pahlawan, untuk kita lanjutkan dengan kerja nyata," ucap Gubernur Riau.

Untuk memperkokoh nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa ini, pada tahun 2016 ini, bertepatan dengan HUT ke-71, pemerintah mencanangkan Kerja Nyata. Kerja nyata ini juga tertuang pada logo HUT ke-71 RI. Menurut Kepala Bekraf, konsep Logo HUT ke-71 tahun RI sebagai bentuk kerja nyata yang berkesinambungan. Visual 71 tahun Indonesia Merdeka memiliki bentuk yang berkelanjutan dari logo 70 Tahun Indonesia merdeka.

Pada logo 71 tahun ini digambarkan dua setengah lingkaran yang mengilustrasikan bilah baling-baling yang dinamis selalu berputar mendorong pesat ke depan. Hal ini menunjukan komitmen pemerintah untuk kerja nyata dalam memajukan Indonesia. Angka satu yang menembus bidang lingkaran mengarah ke kanan atas merupakan ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat agar bersatu, bahu membahu bekerja menembus segala rintangan.

Hasil kemerdekaan saat ini dapat dirasakan oleh semua masyarakat, dimana perekonomian Riau jika diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan satu tahun 2016 mencapai RP. 162,19 Triliun, tumbuh 2,34 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2015

"Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi akhir tumah tangga sebesar 6,41 persen. Dari indikator PDRB, Provinsi riau menempati urutan ke-5 PDRB terbesar di Indonesia dan terbesar di Pulau Sumatera," katanya menambahkan.

Pembangunan manusia di Riau pada tahun 2015 terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Riau. Pada tahun 2015, IPM Riau telah mencapai 70,84. Angka ini meningkat sebesar 0,51 poin dibandingkan dengan IPM Riau pada tahun 2014 yang sebesar 70,33.

"Ditengah hambatan terhadap pelaksanaan APBD tahun anggaran 2015 yang lalu, Alhamdulillah kita masih dapat mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK-RI atas laporan pertanggung jawaban keuangan APBD tahun Anggaran 2015. Kita menyadari bahwa pelaksanaan APBD tahun 2015 belum sesuai dengan harapan kita semua, dimana serapan belanja kita baru mencapai 68 persen lebih, namun pada tahun 2016 ini kami telah bertekad akan meningkatkannya," tuturnya.

Usai mengikuti upacara, Gubernur Riau langsung menuju Lapas Kelas IIA Kota Pekanbaru untuk menyerahkan remisi secara simblis dari Kementerian Hukum dan HAM setiap tahunnya. Sebanyak 4.563 narapidana se-Provinsi Riau diberikan remisi atau pemotongan masa tahanan. Sebanyak 121 napi langsung menghirup udara bebas tepat pada tanggal 17 Agustus 2016 ini. [advertorial/humas]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT