Mati Suri, PT Riau Air Kembali Minta Donor Rp5 M

Jumat, 22 Juni 2012 - 22:25:03 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

PT Riau Air kembali meminta suntikan dana sebesar Rp5 miliar. Dana itu, konon, diperlukan untuk biaya administrasi untuk menghidupkan kembali maskapai kebanggaan masyarakat Riau tersebut.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Riau, Irhas Irfan usai hearing dengan Komisi B DPRD Riau kepada wartawan, Jumat (22/6/12), membenarkan hal itu. Dikatakan, dalam hearing tadi, pihaknya meminta tambahan anggaran untuk menghidupkan RAL sebesar Rp 5 Miliar kepada Komisi B DPRD Riau untuk disahkan DPRD Riau.

"Hearing dengan Komisi B tadi kami mengajukan anggaran untuk biaya administrasi untuk menghidupkan RAL ini," tuturnya.

Menurut Irhas, mengatakan bahwa sampai saat ini sudah ada perusahaan yang ingin menghidupkan Riau Air ini. "Termasuk PIR (Perusahaan BUMD, red) dan perusahaan BUMD lainnya," katanya.

Irhas Irfan pun mengatakan bahwa Riau Air ini boleh dihidupkan oleh siapa saja. "Selain perusahaan BUMD, kami welcome dengan para investor atau pihak ketiga tapi untuk investor atau pihak ketiga inilah yang belum ada sampai saat ini," terangnya.

Sementara itu, Komisi B DPRD Riau menegaskan tidak akan menyepakati jika Riau Air (RAL) masih dikelola oleh perusahaan di bawah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sebelumnya karena perusahaan BUMD inilah yang menyebabkan RAL sampai saat ini mengalami masa kevakuman.

"Itu sama saja mencampakkan batu ke Lubuk, di mana batu itu langsung hilang dan tidak tampak lagi atau seperti bertukarnya Cigak dengan Baruak," terang Ramli FE, Wakil Ketua Komisi B DPRD Riau kepada wartawan.

Hal ini, menurut Ramli FE tidak terlepas dari pengalaman pengelolaan RAL oleh perusahaan BUMD. Selama ini, perusahaan itu hanya menghabiskan anggaran daerah saja tanpa melihatkan kemajuan yang signifikan.

"Makanya kami pun dari Komisi B tidak menyetujui jika RAL ini dikelola oleh perusahaan BUMD karena kami tidak ingin kejadian serupa akan terulang kembali," tegas Ramli FE.

Lagipun, imbuhnya, pihaknya tidak akan menambah anggaran lagi untuk memperbaiki RAL ini. "Yang akan kami tambah itu, seperti biaya administrasi, pembuatan Bisnis Plan dan lainnya tapi untuk biaya di luar itu, kami tidak akan anggarkan," tukasnya.**ary/rt

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT