Tim Ilog Kampar Aman 5 Alat Berat Perambah Hutan

Kamis, 21 Juni 2012 - 22:06:19 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Tim Ilegal Loging Kabupaten Kampar yang dipimpin Wakil Bupati Kampar, Ibrahim Ali berhasil mengamankan lima unit alat berat perambah Hutan Produksi Terbatas (HTP) dalam  operasi, Kamis (21/6/12). Lima alat berat ini berasal dari dua titik yakni di Desa Danau Sentul dan Desa Sungai Rambai, Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Saat melakukan operasi, Wakil Bupati Kampar didampingi Kabag Ops Polres Kampar Hariadi,  Sekretaris Dinas Kehutanan Kampar, Kepala UPTD Kampar, Darwin Siragih, Kabag Ops Satpol PP Kabupaten Kampar, Marajas. Dari lima alat berat yang berhasil ditahan, hanya tiga yang dapat dibawa dan dititipkan di markas Batalyon 132/ Salo. Sedangkan 2 alat berat lainnya belum dapat dibawa karena sedang diperbaiki di Desa Danau Lancang) dan di Desa Sungai Rambai ditinggal kabur oleh operator.

Pengawas lapangan di Desa Danau Sentul, Nurdin, mengatakan pihaknya  hanya sebagai pekerja yang diperintahkan oleh Mashudi sebagai pemilik lahan. “Kita hanya bekerja disini pak,” sebutnya.

Dikatakan, yang memiliki lahan adalah Mashudi. Lahan itu sudah dibelinya dari Ninik Mamak setempat oleh Mashudi. Dijelaskannya dari 200 Ha yang dimikili Mashudi, pihaknya baru mengerjakan 40 hektar.

Ibrahim Ali mengatakan perambahan terahadap hutan  merupakan pelanggaran hukum dan dapat diberikan sanksi pidana. "Kita hanya menjalankan amanah berdasarkan peraturan yang berlaku," jelasnya.

Dijelaskan, HTP dapat saja dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat namun kepemilikan lahan harus berdasarkan prosedur. "Ikuti prosedur bila masyarakat ingin juga memiliki lahan," singkatnya.

Sementara kepala UPTD IV Dinas Kehutanan Kampar, Darwin Saragih mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa 400 Ha HPT Batang Lipai akan dialihfungsikan namun baru selesai 40 Hatar. "Perlu dilakukan pengukuran lagi dan operator alat berat yang ditangkap akan kita panggil dalam rangka menelusuri pemiliknya. Mereka belum memiliki izin," tutupnya.**ZAL


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT