Kejati Kembali Tahan Tersangka Korupsi Pelabuhan Dorak

Senin, 25 Juli 2016 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Muhammad Habibi, tersangka korupsi pada proyek pembangunan Pelabuhan Dorak di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, akhirnya ditahan pihak Kejati Riau, setelah sepekan sempat tertunda karena tersangka mengajukan izin.

Perintah penahanan M Habibi, usai menjalani proses tahap II (penyerahan berkas dan tersangka). Sebelumnya, pada Selasa (19/7/16) kemarin, Tiga rekannya, Suwandi Idris, Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Abdul Arif selaku penerima kuasa dari pemilik lahan dan Zubiarsyah, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, sudah ditahan.

"Hari ini satu lagi berkas korupsi pada proyek pembangunan Pelabuhan Dorak di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, masuk tahap II, dengan tersangka Muhammad Habibi," terang Asisten Pidsus Kejati Riau, Sugeng Riyanta SH, kepada sejumlah awak media di Kejati Riau, Senin (25/7/16) siang. 

"Tersangka juga dilakukan penahanan, sama dengan tiga rekannya yang kemarin," sambung Sugeng.

Seperti diketahui, Mohammad Habibi, PPTK, Zubiarsyah, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti. Kemudian, Suwandi Idris, Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Abdul Arif selaku penerima kuasa dari pemilik lahan. Ditetapkan sebagai tersangka atas perkara korupsi pelabuhan Dorak di Kepulauan Meranti.

Perbuatan keempat tersangka ini terjadi saat pelaksanaan Proyek Multiyear, Pembangunan Pelabuhan Kawasan Dorak yang dirancang bertaraf internasional, dengan anggaran sebesar Rp650 miliar. Proyek tersebut memakan waktu pengerjaan selama tiga tahun dari 2012-2014. 

Namun, kenyataannya pembangunan proyek tidak selesai atau terbengkalai karena diduga proyek ini diduga tidak direncanakan secara matang dan terkesan dipaksakan. Sehingga negara dirugikan Rp 2 Miliar lebih. 

Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.[**rtc]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT