Mencari Kambing Hitam Jatuhnya Sukhoi Superjet 100

Selasa, 19 Juni 2012 - 17:08:44 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Setelah Sukhoi Superjet 100 dipastikan menghilang dari radar pemantau, ruang kontrol Bandara Soekarno-Hatta sontak gempar. Seluruh petugas yang berjaga Rabu (9/06/12) lalu, langung dikumpulkan. Kumpul mendadak dipimpin oleh Direktur Operasi dan Teknik Angkasa Pura II Salahuddin Rafi.

"Yang belum pulang ditahan, yang sudah pulang diminta kembali," kata seorang petugas.

Sekitar pukul 23.00, sekira-kira 20 pemandu meriung di ruang rapat Sabda. Beberapa petugas berdiri karena kursi tak cukup, ada juga yang menyantap mi atau nasi goreng pesanan dari kantin. Bersama Vice President Air Traffic Services Sutrisno Jaya Putra, Salahuddin Rafi, memimpin rapat.

Dihadapan anak buahnya, Sutrisno menekankan pentingnya kesamaan pendapat. Dia juga meminta semua orang di ruangan itu melihat rekaman komunikasi Sukhoi. Kemudian, ia membuat simulasi kemungkinan pertanyaan yang bisa mengarahkan kesalahan ke pemandu.

"Mari kita tutup lubang atau celah yang ada,” kata Sutrisno, seperti ditirukan peserta lain.

Setelah empat jam berembuk, perkumpulan itu membubarkan diri pukul 03.30 WIB. Dan tanpa notulensi hasil rapat.

Rapat tak cuma berlangsung sekali. Kamis sore (10/06/12), pertemuan serupa kembali digelar. Kali ini pimpinannya adalah Kepala Subdirektorat Navigasi Udara Kementerian Perhubungan Wisnu Darjono. Bersama 31 petugas, Presiden Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA) I Gusti Ketut Susila juga hadir.

Berjam-jam berembuk, rapat baru kelar menjelang tengah malam. Hasilnya, mereka menyepakati soal kronologi kecelakaan Sukhoi. Nyatanya dalam risalah ada beberapa poin yang beda antara rekaman percakapan antara pilot Sukhoi, Aleksandr Yablontsev, bersama petugas menara, N. Misalnya ada kalimat.."Petugas menara menginstruksikan Sukhoi menuju Bogor Area" pada risalah. Tapi dalam transkrip percakapan tak terdengar jika petugas menyebut daerah ini ke pilot.

Namun Sutrisno menyangkal kejanggalan itu. Dia pun menjamin jawaban resmi Angkasa Pura soal Sukhoi sesuai dengan data dan fakta.

"Buat apa? Karena pasti terbuka juga ketika KNKT memeriksa," ujarnya.


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT