Pendapatan Petani dan Nelayan Menurun Pengaruhi Daya Beli

Sabtu, 25 Juni 2016 - 00:00:08 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Mendengar isu ramai warga yang mengeluh harga pakaian hari raya mahal dan alat dapur naik, Asosiasi Pedagang Pasar (APPSI) Kabupaten Bireuen turun memantau ke pasar dan Supermarket di Aceh, Sabtu (25/6/16).

Begitu sampai di salah satu supermarket di pusat kota Bireuen yang biasanya ramai dikunjungi pembeli hari ini terlihat sepi. Ditanya salah seorang pekerja di Supermarket tersebut, bagai mana dengan hasil jualan dalam berapa hari ini (dekat hari raya) apakah meningkat? "Tidak bang, malah menurun," ujarnya.

“Saat ini yang lebih banyak laku cuma pampers, gula, dan air mineral (isi ulang), sementara barang lainnya menurun jauh, ditanya media kenapa hal ini bisa terjadi sementara hari besar Islam (hari raya) semakin dekat, mungkin saja ekonomi masyarakat sedang kurang baik," sebut Desi pekerja Supermarket di Bireuen.

Menurut APPSI Kabupaten Bireuen, melemahnya minat beli warga dan terjadinya penurunan orang yang berbelanja di toko-toko, pasar dan Supermarket, ini diakibatkan oleh strukur pembangunan ekonomi di pedesaan (Gampong) yang tidak baik dan tidak sehat, antaranya adalah penataan lahan pertanian dan nelayan yang masih bisa diangga kurang perhatian di bawah pemerintah Jokowi – Jk.

Ada upaya besar menciptakan isu pemerintah sangat peduli dengan petani, pedagang dan nelayan, sementara yang terjadi dilapangan tidak demikian, petani masih miskin penghasilan begitu juga dengan nelayan, hal ini perlu butuh penanganan segera oleh pemerintah, jika terjadi kemacetan ekonomi rakyat, maka akan ada banyak pengusaha pedagang atau toko-toko harus gulung tikar tutp usahanya, dan cukup rentan warga terpaksa hidup dengan berutang, yang pada ujung-ujungnya Negara akan dipertanggung jawabkan.

Kelemahan ekonomi sangat dekat dengan perut dan kesehatan serta pendidikan atau SDM, maka penting pemerintah Jokowi- JK memicu penyelesaian ekonomi bangsa, ekonomi petani dan ekonomi nelayan dari Aceh sampai Papua. [tarmizi]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT