TV Analog Akan Semakin Mahal

Senin, 11 Juni 2012 - 22:22:29 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Dalam penyelenggaraan layanan saluran TV digital, satu lembaga penyiaran hanya diperbolehkan menyewa satu multiplexing dalam satu zona layanan digital. Siaran TV digital ini akan menggunakan sistem OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).

"Satu perusahaan holding hanya boleh menyewa satu multiplexing di satu zona," ujar Kepala Hunmas dan Pusat Informasi Kominfo, Gatot Dewa S. Broto usai Pembukaan Rakornas Kominfo 2012 di Hotel Sahid, Senin (11/06/12).

Indonesia dibagi menjadi 15 zona dengan mempertimbangkan potensi penyiaran di Indonesia. Satu zona terdiri dari 6 multiplexing, dengan satu multipleksing terdiri dari 12 kanal.

Biaya sewa satu multiplexing diperkirakan sekitar Rp300 milyar untuk satu tahun. Biaya ini sudah termasuk biaya penyewaan multiplexing hingga pengadaan infrastuktur pengadaan TV digital. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, biaya ini tak terlalu besar bagi perusahaan penyiaran.

"Untung mereka saja bisa Rp2 Trilyun," ujar Tifatul.

Sejak dibuka pada Jumat pekan lalu, sudah ada 41 perusahaan yang mengambil dokumen seleksi penyelenggaraan TV digital. Penyelenggaraan seleksi sementara ini hanya mencakup  5 zona layanan yaitu 4 (DKI Jakarta dan Banten), 5 (Jawa Barat), 6 (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta), 7 (Jawa Timur), dan 15 (Kepulauan Riau). Penentuan lokasi ini berdasarkan potensi penyiaran di indonesia.

Penyelenggaraan TV digital ditargetkan untuk memenuhi tenggat konvensi International Union Telecommunication (ITU). The Geneva 2006 Frequency Plan (GE06) Agreement menentukan 17 Juni 2015 sebagai batas waktu untuk negara-negara di seluruh dunia bermigrasi dari penyiaran TV analog ke penyiaran TV digital.

Teknologi analog dinilai akan semakin mahal dalam pengoperasiannya. Analog pun secara bertahap menjadi teknologi usang. Masalah utama berada pada spektrum frekuensi sebagai sumber daya terbatas. Efisiensi spektrum frekuensi menjadi kritikal.

TV digital memiliki banyak keuntungan. Anda bisa memilih sendiri program yang ingin disaksikan. Tidak perlu menunggu waktu penayangan. Remote TV bisa pula untuk menyimpan tayangan untuk Anda saksikan nanti. Layanan interaktif seperti Video on Demand dan telekonferensi bisa pula diintegrasikan dalam TV digital.**vvn   


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT