WWF Minta RAPP dan IKPP Berhenti Gunakan Kayu Alam

Senin, 11 Juni 2012 - 20:43:38 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Direktur Utama WWF Indonsia Nazir Fuad sangat menyayangkan PT RAPP dan IKPP dalam memenuhi kebutuhan bahan baku masih mengandalkan hutan alam. Perusahaan itu semestinya berhenti mengkonsumsi hutan kayu alam karena telah lama memakai atau tergantung dengan kayu hutan alam.

"Kita sangat menyayangkan dua industri pulp dan kertas ini masih tergantung hutan alam. Padahal sudah puluhan tahun membangun hutan tanaman industrinya. Seharusnya tidak membabat kayu hutan alam lagi," ujar Nazir Fuad, melalui hp selulernya kepada wartawan.

Ia menegaskan, pihaknya sangat tidak setuju perusahaan pulp dan kertas memakai kayu hutan alam. WWF konsen untuk penyelamatan hutan, mendorong semua kelompok usaha untuk peduli lingkungan. Terbitnya izin penebangan hutan kayu alam juga semestinya didampingi kajian lingkungan yang independen.

"Kenapa masih ada perizinan penebangan hutan kayu alam juga menjadi kebijakan yang bertentangan dengan penyelamatan hutan.Perusahaan besar di Riau semestinya tidak lagi pakai hutan kayu alam," sebutnya.

Pihak WWF sangat menyayangkan masih ada industri besar pulp dan kertas seperti PT RAPP dan IKPP yang dalam memenuhi bahan baku industrinya masih tergantung dengan hutan kayu alam.

"Kita sangat menyayangkan dua perusahaan di Riau tergantung hutan kayu alam. Kedua perusahaan itu telah lama berdiri dan membangun Hutan Tanaman Industrinya (HTI). Namun hingga sekarang perusahaan tidak dapat mandiri dengan hutan tanaman industrinya. HTI-nya boleh dipertanyakan," katanya.

Semestinya setelah ditanam tujuh tahun sudah dapat di panen dan sirkulasi dan mandiri. Tapi ternyata sampai sekarang ini dua perusahaan kertas dan pulp raksasa tersebut masih tergantung kayu hutan alam. "Ada apa ini," tanya Nazir.

PT RAPP dan PT IKPP perlu dipertanyakan sampai kapan tergantung hutan kayu alam. Pasalnya, belum ada jawaban pasti kedua perusahaan itu mandiri dari Hutan Tanaman Industri (HTI) nya sebagai bahan baku. Terlihat setiap hari di Jalan lintas timur Kabupaten Pelalawan, truck bermuatan kayu alam hilir mudik menuju industri pulp dan paper.

PT RAPP di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan beroperasi sejak tahun 1995 dan PT IKPP di Perawang Kabupaten Siak beroperasi sejak 1983. PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sampai saat ini tidak bisa memperoleh pasokan kebutuhan bahan baku dari Hutan Tanaman Industri (HTI) dan masih mengandalkan pasokan bahan baku dari hutan alam.

Setiap harinya truck pengangkut kayu alam hilir mudik setiap saat. Malam dan Siang serta pagi dan petang kayu alam terus lewat. Kedua perusahaan pulp dan kertas terbesar di Indonesia itu rata-rata setiap hari menkonsumsi puluhan ribu ton kayu alam untuk kebutuhan bahan bakunya setiap hari.

Sangat disayangkan ketika hal ini dipertanyakan. Jawaban perusahaan hanya mengatakan, "Pemerintah berikan izin, dan kami mendapat izin," jawabnya.

Sampai kapan rencana berhenti dari kayu alam tidak mendapat jawaban. Bahan baku dari hutan kayu alam yang mengindikasi terjadinya penebangan hutan kayu alam setiap hari untuk bahan baku industri pulp dan paper. Ditengah gencarnya program pemerintah menyelamatkan hutan.**pan
---------------------------------------------------------------
Sumber Kayu Alam PT RAPP Periode april 2012
---------------------------------------------------------------
1 PT. Alam Abadi Perkasa 6.990.148 Meranti Futong
2 PT. Alam Abadi Perkasa 9.357.060 GPH - KBK
3 PT. Alam Abadi Perkasa 1.279.167 GPH - KBS
4 PT. Bukit Raya Mudisa 4.200.310 Sijunjung - KBK
5 PT. Bukit Raya Mudisa 963.200 Sijunjung - KBS
6 69.564.034 Meranti Jetty Kampar
7 22.680.300 Tasik Belat - Selat Panjang - KBK Futong
8 15.648.206 Tasik Belat - Selat Panjang - KBS Futong
9 PT. Sumatra Riang Lestari 39.805.614 Rupat - KBK Futong
10 PT. Sumatra Riang Lestari 21.505.370 Rupat - KBK Futong
11 PT. Sumatra Riang Lestari 8.666.042 Rupat - KBS Futong
12 PT. Sumatra Riang Lestari 26.067.800 Rupat - KBS Buatan
13 PT. Sumatra Riang Lestari 8.404.557 Rangsang-Slt Panjang - KBK Futong
14 PT. Sumatra Riang Lestari 55.519.667 Bayas-K Cenaku Tmbh-KBK Futong
15 PT. Sumatra Riang Lestari 10.272.721 Garingging-Kt Pinang-KBS Futong
16 PT. Sumatra Riang Lestari 12.174.168 Garingging-Kota Pinang-KBK
17 PT. Sumatra Riang Lestari 7.282.320 Garingging-Kota Pinang-KBS
18 PT. Cahayamas Lestari Jaya 25.524.662 USR - KBK Futong
19 PT. RAPP 33.672.554 TPK ANTARA (Kalimantan) Futong
20 PT. RAPP 17.070.420 TPK ANTARA (Triomas) Tj. Jabung EX

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT