Kasus Tugu PON Memanas, Mahasiswa Demo Polresta

Kamis, 07 Juni 2012 - 20:06:57 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Sekelompok mahasiswa diperksa Polresta Pekanbaru terkait perusakan Tugu PON beberapa waktu lalu. Langkah yang diambil polisi dengan melaporkan kelompok pendemo menjadi kasus kriminal oleh Pemprov Riau ditentang pendemo dari mahasiswa.

Para pendemo dari Aliansi Rakyat Riau Berdaulat (ARRB) di halaman Polresta Pekanbaru, Kamis (7/6/12), berlangsung panas. Awalnya, aksi yang menuntut dihentikannya kriminalisasi terhadap mahasiswa dan hentikan pemeriksaan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR) Novri Andri Wulan berlangsung damai.

Namun suasana mulai tegang dan panas saat mahasiswa berorasi di dalam lingkungan Markas Polresta Pekanbaru. Beberapa petugas sudah melakukan langkah persuasif dan meminta massa untuk tidak berorasi karena dianggap mengganggu pelayanan umum di markas polisi ini.

Sayangnya, bukannya mau berhenti orasi, melalui pengeras suara pendemo ini malah lebih berani, dan meneriakkan yel-yal; "Bangkit!Lawan!Turunkan Adang!"

Melihat aksi mahasiswa makin berani ini, Kapolresta Pekanbaru Kombes (Pol) R Adang Ginanjar langsung menemui pengunjukrasa dan meminta mereka pindah melakukan aksi dan berorasi di luar pagar masuk Mapolresta. Sempat terjadi ketegangan, namun akhirnya massa ARRB mengalah dan pindah berdemo di luar Mapolresta.

Namun setelah bergeser tempat, Kapoltabes Pekanbaru kembali meradang. Pasalnya, aksi massa ARRB ini menutup satu-satunya pintu masuk ke Mapolresta. Untung saja, massa kembali mengalah dan mundur beberapa meter dari gerbang masuk Mapolresta Pekanbaru.

Dalam orasinya, massa ARRB menuntut Polresta Pekanbaru menghentikan pemeriksaan Presiden BEM UR sekaligus membebaskannya. Novri diperiksa sebagai saksi atas pengrusakan Tugu Countdown PON beberapa waktu lalu. Pemeriksaan Novri dengan menggunakan pasal 170 KUHP merupakan upaya kriminalisasi.

"Pemeriksaan terhadap klien kita (Novri Andri, Red) merupakan upaya untuk kriminalisasi aksi mahasiswa yang tidak henti-hentinya menyuarakan pemberantasan korupsi di Riau. Klien kami tidak ada melakukan pengrusakan, tetapi ada orang lain yang memakai baju mahasiswa yang melakukan pengrusakan di Tugu Countdown," tukas Armilis, kuasa hukum mahasiswa kepada sejumlah wartawan.

Pihaknya bersama 30 pengacara yang ada di Pekanbaru akan mendampingi mahasiswa dalam kasus ini. Apalagi indikasi kriminalisasi terhadap aksi mahasiswa itu makin kuat setelah mengetahui pihak pelapor pengerusakan Tugu Countdown adalah berasal dari anggota polisi sendiri. **son


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT