Kemen Lingkungan Hidup RI Siapkan Gugatan ke APRIL

Rabu, 06 Juni 2012 - 19:39:57 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia berencana menggugat 14 perusahaan pulp dan kertas untuk secara ilegal membuka lahan hutan di Propinsi Riau di pulau Sumatera.

Sebanyak 12 dari 14 perusahaan terkait dengan Asia Pulp & Paper (APP) dan Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL), pulp dan kertas raksasa yang telah dikecam keras oleh para pecinta lingkungan untuk menghancurkan hutan hujan dan lahan gambut yang berfungsi sebagai habitat penting seperti harimau sumatera yang terancam punah, gajah serta orangutan.

Seperti dikutip Tempo, Kementerian Lingkungan Hidup sedang mempersiapkan gugatan perdata terhadap perusahaan dalam kasus tahun 2007 yang menyangkut kegiatan ilegal pembukaan lahan yang kasusnya di SP3 kan oleh Polda Riau dan ditutup kasusnya pada akhir 2008.

Kerusakan dalam kasus ini diperkirakan mencapai 2.067 triliun rupiah ($ 225 miliar) berdasarkan angka dari Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Peradilan. Nilai kayu ilegal merupakan hanya 4 persen dari kerusakan, saldo - 1.994 triliun rupiah - adalah untuk "kerugian ekologis", termasuk emisi karbon, degradasi sumber air dan fungsi, erosi dan kerusakan tanah, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
    
Pemberantasan Mafia Hukum Task Force tahun lalu mendesak polisi untuk membuka kembali penyelidikan kerusakan lingkungan oleh 14 perusahaan yang mengambil kayu alam di Riau untuk di pasok ke PT RAPP sebagai pabrik penghasil kertas. Namun permohonan tersebut diabaikan oleh Kapolri, Jaksa Agung, dan Departemen Lingkungan sampai setelah piagam gugus tugas berakhir Desember 31 Desember 2011. Pada bulan Januari 2012, Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan pihaknya sedang menyelidiki dugaan pembalakan liar. Pada bulan Februari, para pejabat Kementerian membahas kemungkinan gugatan, Demikian kutip Tempo.

Setidak saat ini di Sumatera telah kehilangan 3,7 juta hektar hutan antara tahun 2000 dan 2009. Sejak tahun 1985 pulau itu kehilangan separuh dari hutannya. Sebagian besar deforestasi terjadi di Riau dan Jambi, dimana produksi pulp dan kertas telah berkembang paling cepat.**

http://news.mongabay.com/2012/0503-riau-logging-lawsuit.html#ixzz1x11cAJu4

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT