Jadwal Pengerjaan Proyek Dinas Bina Marga Tidak Serentak

Senin, 04 Juni 2012 - 20:03:06 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Jadwal pengerjaan semua proyek pembangunan yang ada di Dinas Bina Marga Pelalawan dalam pelaksanaannya tidak serentak dilaksanakan tahun ini. Penyebab tidak serentaknya jadwal mulai pelaksanaan pengerjaan proyek yang di Dinas Bina Marga itu dikarenakan pelaksanaan proses tender pada semua proyek di Dinas tersebut tidak serentak dilaksanakan panitia lelang.

Informasi itu dibebnerkan kepala Dinas Bina Marga Pelalawan Hasan Tua MT kepada haluan Riau yang dikonfirmasi via ponselnya Senin (4/6/12) di Pangkalan Kerinci.Dituturkan Hasan Tua, sebenarnya sekarang yang menjadi diserentak masalah pelaksanaan pengerjaan proyek dinasnya tahun ini karena jadwal waktu proses lelang terhadap semua proyek di Dinas Bina marga itu tidak sama pelaksanaannya oleh panitia dilakukan dua tahap proses lelangnya.Karena sebanyak sekitar 70 persen proyek dinas Bina Marga dilelang melalui LPSE dan sekitar 40 persennya dilelang secara manual.

"Khusus untuk proses lelang di LPSE ada beberapa paket proyek pengaspalan dilakukan sampai tiga kali karena sepi kontraktor yang berminat mendaftar pada proses tender dilakukan panitia lelang sebelum ini.Akibatnya,semua proyek yang di lelang di LPSE kemarin itu,sekarang sudah ada sebagian  dimulai dikerjakan oleh para kontraktor pelaksananya,ada sedang proses pengurusan dana penjamin proyek, ada proyek sedang teken kontrak kerja dilakukan para kontraktornya dengan panitia proyek dan proyek sedang proses penysunan dokument proyek oleh panitia lelang tersebut," tegas Hasan Tua.

Yang menjadi penyebabnya tidak sama jadwal pelaksanaan pengerjaan proyek yang ada katanya selain disebabkan karena dibaginya tahapan proses lelang pada semua proyek didinas Bina Marga oleh panitia lelang yang saya tunjuk tersebut.Ditambah lagi karena ada sebagian proyek dilelang di LPSE itu mengalami kegagalan sebanyak dua kali dalam proses lelangnya dikarenakan kurangnya peminat kontraktor yang ikut lelang. "Sehingga jumlah yang ikut lelang proyek dnyatakan tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku. Akibatnya, panitia kembali mengumumkan proses lelang proyek tersebut melalui LPSE tersebut," jelas Hasan Tua.

Khusus untuk proses lelang dilakukan melalui LPSE sekarang memang sudah sebagian proyeknya seperti pengaspalan telah dimulai pengerjaannya oleh kontraktor pemenangnya. Tapi sebagiannya lagi beberapa proyek baru dalam tahap proses teken kontrak kerja."Kemudian ada lagi beberapa proyek masih dalam  proses  pengurusan dana penjamin pengerjaan proyek di bank oleh kontraktornya.Bahkan ada baru tahap proses penyusunan dokument proyek seperti beberapa proyek pengaspalan yang terpaksa dilelang panitia berulangkali sebelum sehingga prosesnya pengerjaan terjadi agak lambat karena baru selesai dilelang," ujar Kadis Bina Marga.

Sementara terkait sekitar 40 persen proyek di Bina marga yang dilelang secara manual oleh panitia lelang kini baru tahap penyusunan dokument proyeknya oleh panitia lelang tersebut.Selesai dilakukan penyusunan dokumen proyek baru setelah itu dilakukan para kontraktor pelaksananya  teken kerja kontrak setiap proyek,dan pengurusan dana jaminan dibank.Apabila semua proses ituselesai baru semua proyek yang dilelalang secara manual itu dimulai pengerjaannya oleh masing-masing kontraktor pelaksananya dilapanngan,tegas Hasan Tua lagi.

Namun Kadis Bina marga saat dikonfirmasi itu Hasan Tua tidak membeberkan rincian nilai dana dan tidak jenis masing-masing proyek yang ada di Dinas Bina marga tersebut baik masing-masing dari 70 persen proyek yang dilelang di LPSE maupun sebanyak 40 persen proyek yang dilelang secara manual oleh panitia lelang proyek yang ada di Dinas Bina Marga Pelalawan tersebut.**hm

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT