Bukit Pasir Bekas Tambang di Bintan Serasa di Gurun

Jumat, 20 Mei 2016 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Sebuah bukit pasir bisa ditemukan pelancong yang melewati Desa Busung di jalan lintas Tanjungpinang-Bintan, Kepulauan Riau. Posisinya berada di sebelah kiri jalan menuju Bintan.

Belum ada nama khusus untuk bukit pasir tersebut. Hanya saja warga setempat menyebut Bukit Pasir Desa Busung.

"Orang sini menyebutnya Bukit Pasir Desa Busung saja," jelas Fatih, pengunjung yang sudah beberapa kali datang ke tempat itu.

Menurut Fatih, Bukit Pasir Desa Busung tidak terbentuk karena faktor alam. Sebenarnya bukit ini adalah bekas galian tambang pasir yang sudah dihentikan.

Dulu, tempat itu sempat aktif sebagai lokasi penambangan pasir. Kala itu pasir hasil tambangan bahkan diekpor ke luar negeri. Namun, akhirnya penambangan pasir berhenti. Tempat tersebut pun tidak digunakan lagi sebagai lokasi penambangan dan dibiarkan begitu saja.

Karena tidak ada lagi aktivitas tambang dan tempatnya terbuka di tepi jalan, tak jarang menarik perhatian pejalan dan bahkan didatangi orang. Sayangnya belum dimanfaatkan begitu baik sebagai tempat wisata. Kondisinya masih terbengkalai.

Warga Bintan sepertinya tidak asing dengan tempat itu, terutama muda-mudi yang tampak berdatangan duduk-duduk di tempat itu.

Seperti biasa, tempat yang semula biasa ini, bisa jadi luar biasa ketika fotonya bermunculan di Instagram. Peran media sosial bisa membantu untuk membuat tempat tersebut jadi tenar.

"Iya memang biasa saja, tapi banyak yang datang ke sini juga untuk foto-foto, tahunya mungkin dari situ," lanjut Fatih.

Meskipun terbentuk dari hasil tambang. Bukit Pasir Desa Busung ini masih terkesan alami. Belum digarap sama sekali. Namun, tetap menyuguhkan sesuatu bagi para pengunjung, yakni pemandangan.

Bukit Pasir terlihat cukup luas. Dari kejauhan memang terlihat seperti gundukan bukit pasir halus. Namun, bila lebih mendekat ternyata kerikil-kerikil terlihat sedikit kasar. Warnanya menguning. Pada saat terik, warna pasirnya lebih merona.

Bila musim hujan, tanahnya sedikit melunak bahkan seperti tanah liat yang menempel di sepatu. Tetapi tanah tersebut hanya dijumpai pada saat masuk ke Bukit itu.

Saat di gundukan pasir, cukup aman untuk berjalan ke sana-sini, juga mendaki dan menuruni bukit. Material pasir yang kasar tidak membuat gampang terpeleset.

Keindahan yang diberikan Bukit Pasir ini adalah relief yang dibentuk dari bekas tambang tersebut. Seolah-olah seperti di padang pasir yang luas.

Tak jarang ada yang betah sekadar duduk-duduk saja di gundukan tersebut atau memainkan kamera untuk swafoto dan memotret pemandangan sekitar.

Bukit Pasir dikelilingi oleh pepohonan dan semak yang tidak begitu tinggi. Di beberapa tempat juga tampak tumbuh rerumputan seperti ilalang-ilalang kering. Berada di lokasi itu cukup nyaman, meskipun anginnya tidak begitu kencang.

Baiknya datang pada saat pagi atau sore karena pada waktu siang akan terasa panas di Bukit Pasit. Apalagi sulit menemukan warung yang berjualan makanan dan minuman di sekitar daerah itu bila merasa lapar atau haus di siang terik.

"Karena orang menganggap ini bukan tempat wisata, tetapi bukan tidak mungkin bisa menjadi tempat wisata bila dibenahi dengan baik, karena orang menganggapnya bekas tambang saja, tapi malah banyak juga yang datang ke sini, termasuk pernah diekspos media nasional," celoteh Fatih.

Untuk datang ke Bukit Pasir Desa Busung datanglah menggunakan kendaraan pribadi. Belum ada transportasi umum ke sini.

Tidak sulit menemukan lokasinya karena berada persis di pinggir jalan. Jarak dari kota Tanjungpinang kurang lebih 47 kilometer atau kurang lebih memakan waktu 40-60 menit. [**trb/f.kompas]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT