Disdik Pelalawan Optimis Kelulusan UN Mencapai 100 persen

Kamis, 31 Mei 2012 - 17:51:15 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Bila tak ada aral melintang, Sabtu (26/5) mendatang, pengumuman kelulusan tingkat SMP secara serentak akan diumumkan diseluruh kabupaten kota di Indonesia, tak terkecuali di daerah ini. Untuk Kabupaten Pelalawan sendiri, Dinas Pendidikan (Disdik) Pelalawan optimis tingkat kelulusan tersebut mencapai 100 persen. Hal tersebut terbukti dengan naiknya tingkat kelulusan tingkat SMP tersebut dari tahun lalu.

"Kita optimis tingkat kelulusan SMP yang akan diumumkan nanti akan mencapai 100 persen dari 4150 orang peserta yang mengikuti UN yang tersebar di 75 sekolah se Kabupaten Pelalawan, baik itu SMP Negeri,  maupun MTs," tegas Kadisdik Pelalawan MD Rizal melalui Sekretaris Disdik Pelalawan Drs Abu Bakar FE kepada wartawan, Kamis (31/5/12) di Pangkalan Kerinci.

Menurutnya, tahun ini untuk tingkat kelulusan siswa SMP mencapai 99,78 persen lebih tinggi dibanding tahun lalu yang persentasenya hanya mencapai 99,58 persen. Sementara saat ditanya soal jumlah siswa yang tak lulus, Abu mengakui bahwa memang di tahun ini ada beberapa siswa yang tak lulus. Namun tak lulusnya mereka dipicu karena para siswa tersebut sebelum mengikuti UN telah terkena Drop-Out (DO) terlebih dahulu.

"Nama mereka memang telah masuk dalam daftar peserta UN, tapi karena sesuatu hal, para siswa tersebut di DO sebelum mengikuti UN," ungkapnya seraya tak merinci siswa dari sekolah mana saja yang telah di DO itu.

Abu menambahkan, untuk jadwal pembagian undangan dan pengumuman kelulusan UN bagi para siswa, berdasarkan ketetapan Disdik Provinsi Riau, jadwal tersebut tidak dibatasi. Jadwal tersebut dikembalikan kepada pihak sekolah masing-masing dengan ketentuan jadwal tersebut harus di umumkan pada hari itu juga.

"Jadwal pengumuman dan pembagian undangan kelulusan UN ini tidak dibatasi. Apakah harus diumumkan pagi harinya, siang harinya ataupun sore harinya. Yang terpenting jadwal tersebut harus diumumkan pada hari itu juga," imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan kebiasaan siswa dimana-mana melakukan aksi kebut-kebutan dan coret-coret baju, pada kesempatan itu Dinas Pendidikan menghimbau kepada pihak sekolah dan terutama walimurid dan orang tua hendaknya dapat memantau pasca pegumuman kelulusan ini.

"Kita sendiri untuk hal telah berkoordinasi dengan Polres Pelalawan dan Polsek melalui UPTD di setiap kecamatan untuk memantau para siswa pasca pengumuman kelulusan itu. Hal itu dikarenakan banyaknya pelajar yang merayakan kelulusan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti aksi mencoret-coret baju dan aksi kebut-kebutan. Artinya, jangan sampai aksi coret-coret baju dan aksi kebut-kebutan ini dilakukan siswa-siswi sekolah yang ada di Pelalawan ini," beberngnya.

Sambungnya, pihaknya juga telah memberikan pengarahan kepada para UPTD di Kabupaten Pelalawan agar dapat melarang peserta didiknya melakukan aksi coret-coret baju dan konvoi kendaraan. Ungkapan kegembiraan bagi yang lulus memang sah-sah saja dan wajar namun caranya jangan sampai meluap-luap yang pada akhirnya akan membahayakan diri sendiri dan yang lain.

"Ketimbang mencoret baju seragam, kita mengajak agar para pelajar dapat melakukan dengan cara yang lebih baik di antaranya dengan makan-maka bersama teman di rumah, berdoa bersama atau langsung sujud syukur menerima nikmat Allah yang begitu besar karena lulus UN," ujarnya.

Abu mengakui, selama ini memang tak ada peraturan yang melarang aksi tersebut. Sehingga aksi ini seolah menjadi tradisi yang terus terjadi di setiap generasi. Padahal, sebutnya, jauh lebih bermanfaat jika baju atau seragam para siswa tersebut diberikan kepada panti asuhan atau kepada adik kelas dan lain sebagainya.

"Yang jelas, dari awal sebelum ujian dilaksanakan, kita dari Disdik sudah menyampaikan hal ini langsung kepada sekolah maupun siswa agar tidak melakukan aksi coret-coret karena tak ada gunanya," terangnya.**ma


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT