Karhutla Terus Hantui Masyarakat Pulua Padang

Senin, 09 Mei 2016 - 00:00:04 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terulang di Pulau Padang, kali ini terjadi di Desa Mayang Sari Kec. Merbau Kab. Kepulauan Meranti desa baru pemekaran dari Desa Bagan Melibur.

“Puluhan hektare kebun sagu milik warga Desa Bagan Melibur dan Mayang Sari habis, sudah sejak tanggal 3 kemaren mulai kebakaran, masyarakat dengan bergotong royong berusaha memadamkan api tapi air sulit dan keterbatasan alat pemadam jadi agak terhambat proses pemadaman,” ungkap Junaidi salah seorang warga.

Dalam tahun 2016 ini sudah berulang kali kebakaran di Pulau Padang Kecamatan Merbau, sebelumnya, bulan Febuari sampai Awal April di Desa Bagan Melibur, Kelurahan Teluk Belitung dan Mekar Sari sampai merembet ke Desa Sungai Anak Kamal.

“Penyebab kebakaran kami tidak tau dari mana sumbernya, sebenarnya di Kecamatan Merbau ini masih ada hujan beberapa kali walaupun tidak lebat, tapi kondisi gambutnya memang sudah kering jadi sangat mudah kebakaran, kalau setiap tahun terus seperti ini akan habislah kebun-kebun masyarakat,” tambah Junaidi.

Sementara itu, Syahrudin dari Ormas Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR), mengatakan untuk penanganan Karhutla di sekitaran Pulau Padang seperti Desa Mayang Sari perlu adanya perbaikan tata kelola gambut, terutama dikawasan budidayanya, baik budidaya perusahaan maupun masyarakat.

“Untuk masyarakat perlu ada solusi pengelolaan lahan tanpa membakar, sosialisasi dan penyediaan sarana penanggulangan Karhutla yang memadai serta melibatkan masyarakat secara partisipatif dalam pencegahan kebakaran, sedangkan untuk diareal budidaya perusahaan, pemerintah harus melakukan review perizinan, kebakaran terus menerus ini menunjukkan ada yang salah dengan tata kelola gambutnya, besar kemungkinan ini akibat ekspansi HTI di Pulau Padang,” Syahrudin menegaskan.

Menurutnya, penebangan hutan alam, penggalian kanal digambut dan tanaman monokultur sangat mempengaruhi rusaknya Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG), apalagi gambut kepulauan seperti Pulau Padang, jika tidak ditangani dengan serius maka akan semakin parah kerusakanya, hal ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Dengan kejadian kebakaran yang terus berulang dan sudah menghabiskan ribuan hektare kebun masyarakat ini. "Kami sangat berharap ada pencegahan dan tindakan yang serius dari semua pihak, terutama pemerintah, di Kecamatan Merbau ini masyarakat sangat tergantung kepada hasil kebun dan pertanian, jika terus kebakar kehidupan masyarakat akan makin sulit," tutup Junaidi. [rls]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT