Sekdaprov Jambi Buka Rakor Gangguan Usaha dan Konflik Lahan

Selasa, 12 April 2016 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Dengan adanya berbagai kasus yang muncul, perlu adanya koordinasi antara berbagai pihak (Instansi terkait, Perusahaan, Masyarakat) baik ditingkat Pusat maupun daerah. 

Sekda Provinsi Jambi, Ridham Priskap, Selasa(12/04/16) membuka secara resmi rakor gangguan usaha dan konflik lahan perkebunan, turut mendampingi Sekretaris Disbun Jambi, Bastari mewakili Kadisbun yang berhalangan hadir, Dirjen Kementerian pertanian bidang konflik perkebunan, Suprihartono.

Dikatakan oleh Ridham, masyarakat yang di Jambi terutama yang tinggal di daerah perkebunaan di Kabupaten Kota perekonomian mereka bergantung di Kebun Kelapa Sawit dan karet.

"Dan juga diperusahaan yang ada di Kabupaten Kota se-Provinsi Jambi, ada lahan masyarakat yang hidup sebagai plasma dari perusahaan tersebut maupun sebaliknya yang bukan sebagai plasma," terangnya.

Provinsi Jambi untuk penanganan konflik mendapatkan penghargaan dari kemendagri dalam urut no 2, sedangkan untuk tingkat sumatera no 1.

"Jadi disini diharapkan bagi dinas perkebunan selalu memberikan informasi serta mencari informasi bila terjadinya konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan,"jelasnya.

Kadang-kadang bagi masyarakat juga menilai, ada perusahaan yang posisinya di desa mereka tetapi kurang memperhatikan akan sarana dan prasarana di desa mereka, atau memberikan CSR-nya.

Di Jambi 2015, ada 39 konflik Perusahaan, 19 kasus konflik lahan perkebunan masyarakat. Peran Pemerintah Daerah/Bupati, Dinas yang membidangi Perkebunan di Provnsi dan Kabupaten perlu lebih ditingkatkan lagi, sehingga berbagai kasus perkebunan dapat diselesaikan terlebih dahulu pada tingkat lokal (Daerah). [inro]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT