Kasus Suap PON Menjalar ke Main Stadium

Rabu, 02 Mei 2012 - 16:09:43 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Proses penyidikan terus dilakukan oleh Komisi Pemberansan Korupsi (KPK) di Jakarta untuk mengungkap siapa saja yang tekait dalam kasus perubahan Perda 02 tahun 2010, bahkan kasus ini telah berkembang ke Perda 05 tahun 2008 mengenai pembangunan main Stadium PON Riau.

Hal tersebut terkaiat kasus korupsi PON Riau yang melibatkan 4 orang tersangka yakni M. Faisal Aswan dari Golkar anggota DPRD Riau, M.Dunir dari PKB Anggota DPRD Riau, Eka Darma Putra PNS Dispora Riau dan Rahmat karyawan PT.PP.

Hari ini KPK kembali memeriksa saksi dari PT. Wijaya Karya (Wika) Ade Wahyu, pemeriksaan karyawan Wika ini masih terkait dengan 4 tersangka yang telah di tetapkan tersangka oleh KPK beberapa waktu lalu.

Juru Bicara KPK Johan Budi saat di konfirmasi suarriau.com melalui selulernya mengaku memang benar hari ini ada pemerikasaan atas nama Ade Wahyu yang merupakan karyawan dari PT Wijaya Karya. Pemeriksaan ini masih terkait mengenai gratifikasi yang melibatkan 4 orang tersangka.

"Memang hari ini Ade Wahyu karyawan PT. Wika di panggil untuk di mintai keterangan terkait kasus gratifikasi PON Riau" terangnya.
KPK
Johan juga menambahkan Ade sudah mulai di Periksa pukul 09.30 WIB di ruangan penyidik KPK Jakarta, Untuk Penyidik sendiri ada 2 orang. Selain itu Johan mengaku untuk PT. Wika ini pertama kali ada saksi yang di panggil dari perusahaan BUMN tersebut.

Menurut juru bicara KPK Johan Budi sampai saat ini sudah 20 an orang di panggil untuk di mintai keterangan oleh penyidik KPK.**rd/SRC


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT