Notaris Asep Sudrajat Jual Tanah Warisan Tidak Transparan

Senin, 28 Maret 2016 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Herman anak dari almarhum Adnan pemilik sebidang tanah di Jalan Kubang, Raya, depan batrai Q merasa terkibuli oleh transaksi tidak transparan oleh Notaris Asep Sudrajat yang berkantor di Jalan Riau, Pekanbaru, karena tanah orang tua Herman awalnya dijual awalnya tidak menyebutan angka penjualan tanah tersebut.

"Setelah buru - buru disuruh tanda tangan baru ketahuan jumlahnya kalau tidak salah sekitar 14, 7 Milyar, pembagian pada keluarga kami," Jelas Herman pada wartawan, Senin (28/3/16) di pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau..

Bukan itu saja sudah dijual pada orang bernama Abun, Herman hingga kini tidak pernah boleh berbicara langsung dengan pembeli, atas perlakuan notaris ini Herman curiga dirinya sudah di pakang, bahkan pembagian keluarga dibagi tidak merata.

"Kalau pembagian harta pusaka berdasarkan adat yang kita ikutkan herannya keluarga saya 4 orang perempuan pembagiannya tidak rata, seolah - olah yang bodoh dapat sedikit dan yang agak pintar dapat banyak," Jleas Herman.

Selain itu ungkap Herman, pembayaran yang dijanjikan 2 kali bauar hingga kin i belum lunas, pembayaran ini terkesan bertele - tele. Juga dijelaskan Herman, ada terpasang pengacara yang mendampingi keluarga padahal dirinya tidak pernah menujuk pengacara tersebut.    

"Tetulis di sebuah plang nama diatas tanah keluarga kami yang bertuliskan Adi Karma pengacara ahli waris," jelasnya.

Sementara itu dikonfirmasi pada Notaris Asep Sudrajat beliau mebenarkan kalau dirinya pernah menjualkan tanah ahli waris Adnan, namun dirinya membantah penjualan ini tidak transparan, sebab semua ahli waris secara hukum sudah sah menjual tanah yang luasnya lebih 2 hektar ini.

"Semua sudah tanda tangan, secara hukm penjualan ini sah, mengenai kekurangan lain saya tidak paham, kalau melaporkan kami pada polisi silahkan saja, nanti jangan menyesal kalau kami menuntut balik, jumlah uangnya saja dia tidak tahu," jelas Asep.[basya]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT