Peringati Hari Otonomi Daerah, Bupati Inhu Skorsing 20 PNS

Selasa, 01 Mei 2012 - 18:52:50 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Rengat Terkini - Setelah didesak kiri kanan, akhirnya DPRD Indragiri Hulu (Inhu) setuju membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut tuduhan skandal seks yang dilontarkan pada Bupati Yopi Arianto dan kini jadi bahan pembicaraan masyarakat.

Rencana pembentukan Pansus itu disampaikan Ketua DPRD Inhu Ahmad Arif Ramli didampingi anggota DPRD Inhu Raja Irwantoni, yang juga Sekretaris Komisi C, kepada puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Forum Lintas Orgaanisasi Kepemudaan dan Mahasiswa Inhu (Flokmi), di ruang Banmus DPRD Inhu, Jumat (24/1).

"Tuntutan atau pernyataan sikap ini kita terima, kita akan memproses hal ini dan akan membentuk Pansus," ujar Ketua DPRD Inhu Arif Ramli.

Dijelaskannya, untuk membentuk Pansus perlu proses mengumpulkan fraksi-fraksi yang ada di DPRD. Untuk persoalan ini akan diserahkan ke Komisi A DPRD Inhu untuk ditindaklanjuti.

Pada Selasa (28/1) nanti, masalah ini sudah bisa dilakukan pembahasan di tingkat Komisi, ujar Arif Ramli di hadapan puluhan pemuda dan mahasiswa tersebut.

Sementara, dalam aksi unjukrasa di DPRD Inhu, Jumat siang, para pemuda dan mahasiswa juga mendesak dewan untuk segera menindaklanjuti isu yang beredar dengan memanggil Bupati Yopi untuk dimintai klarifikasi terkait tuduhan perbuatan amoral tersebut.

Sebelumnya, Bupati Inhu Haji Yopi Arianto menanggapi isu tersebut kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu, mengaku tidak akan menanggapi pemberitaan yang menghujat dirinya.

"Jangankan saya sebagai Bupati, bahkan gubernur dan presiden pun banyak dihujat orang," ujarnya saat itu. **

Bupati Inhu Yopi Arianto mulai bertidak tegas terhadap PNS yang tidak disiplin. Buktinya, pada apel Senin (30/4) memperingati hari otonomi daerah, sebanyak 20 PNS dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diberikan sanksi berupa skorsing.

PNS tersebut terjaring razia diberbagai tempat pada saat jam kerja yang dilakukan oleh tim penegakan disiplin PNS beberapa waktu lalu. Namun saat dipanggil Bupati untuk diminta kedepan usai pelaksanaan upacara, dari 20 PNS yang terjaring razia tersebut, hanya tujuh PNS yang hadir.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Kabupaten Inhu tersebut juga menyempatkan diri mengecek satu persatu absensi PNS di tiap-tiap SKPD saat upacara Senin tersebut. Bahkan Bupati Yopi Arianto, pada Senin pagi juga menyempatkan diri pergi ke kantor menggunakan bus Pemkab Inhu yang biasa digunakan PNS. Langkah itu dilakukan Bupati untuk mengetahui suasana pagi hari sebelum PNS menuju kantor dan kondisi bus Pemkab Inhu.

"Kepada saudara-saudara (PNS) yang terjaring razia baik yang hadir maupun yang tidak hadir pada upacara ini saya beri sanksi untuk di skor selama satu pekan," ungkap Yopi di depan PNS yang terjaring razia dan disaksikan ratusan PNS lainnya dari seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Inhu.

Bupati mengungkapkan bahwa sanksi ini diberikan sebagai tidaklanjut dari arahannya yang telah disampaikan pada pelaksanaan upacara Senin bulan lalu. Bupati juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap PNS yang tidak mau menegakkan disiplin.

Bahkan Bupati mengancam kepada PNS yang terjaring razia disiplin, apabila ia diberi kewengan untuk memecat, dirinya akan mengeluarkan surat pemecatan. "Kalau saya diberi kewenangan, saya akan pecat pegawai yang tidak disiplin ini," tegasnya.**tm


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT