Ketua IKLB Diduga Selewengkan Anggaran Bansos

Selasa, 01 Mei 2012 - 18:43:03 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Ketua Ikatan Keluarga Lintas Bono (IKLB), Tengku Nahar diduga menyelengkan anggaran organisasi yang dikucurkan oleh Pemerintah Daerah Pelalawan dalam tiga tahun terakhir. Tuduhan penggelapan itu semakin gencar dibicarakan dikalangan masyarakat dua bulan belakangan.

Menurut sumber dari tubuh organisasi IKLB pada wartawan di Pangkalan Kerinci menyebutkan, Tengku Nahar telah menjadi ketua sejak organisasi kemasyarakatan ini dibentuk tahun 2009 lalu. Tepat saat pemerintahan Rustam Efendi sebagai Bupati Pelalawan. Sebenarnya, pembentukan ikatan ini untuk menyatukan seluruh masyarakat yang berada di kawasan Jalan Lintas Bono. Selin bersifat kekerabatan, juga mengandung nilai-nilai adat warga lintas bono.

"Namun selama ini IKLB berdiri, organisasi ini seakan vakum dan hampir tidak ada kegiatan sejak didirakan tahun 2009 lalu. Hanya pada saat pelantikan saja dulu, selepas itu tidak kelihatan lagi dan pengurusnya juga jarang nampak," papar salah satu pengurus yang namanya minta dirahasikan pada wartawan, Selasa (1/05/12).

Selin itu, masih dari sumber yang sama, dana dari anggaran pemerintah tidak pernah jelas apakah diambil atau tidak. Biasanya, anggaran untuk organisasi ini ada setiap tahunya. Namun, ketua jarang menginformasikan jika, uang itu diambil dari pemkab. Bahkan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dari kegiatan yang ada tidak pernah jelas. Diduga, Tengku Nahar yang juga menjabat kabag humas pemkab pelalawan ini, menyelewengkan anggaran dari APBD itu.

"Kalau tidak salah, stempel organisasi juga ada pada dia dan bukan dipegang sekretaris. Jadi untuk pencarian atau pembuatan proposal dapat dengan leluasa. Tapi kita tidak boleh menuduh sembarangan. Bisa di cek di bagian keuangan Pemkab, jikalau memang ada," ungkapnya.

Sementara di tempat terpisah sumber di kantor keuangan, mengungkapkan IKLB pernah mencairkan dana, uang tersebut di ambil dari bantuan sosial, namun totalnya di rahasiakan. Dana tersebut dicairkan dari tahun 2010 sampai 2011, dan tahun ini pemerintah menganggarkan 100 juta rupiah.

Ditempat terpisah, Sekertaris IKLB, Ardi pada wartawan menjawab selama menjabat Sekretaris dirinya belum pernah mengetahui ketuanya, mengajukan proposal, namun dikatakannya, pertengahan tahun 2011 lalu, salah seorang anggota IKLB mendatanginya mengambil stempel organisasi. Menurut pengakuan orang ini dirinya diperintah oleh ketua, T. Nahar, ketika Ardi mempertanyakan untuk apa stempel tersebut, orang ini hanya mengatakan perintah ketua.

"Orang yang mengambil stempel itu, hanya mengatakan perintah ketua," ujar Ardi.

Dilain pihak salah seorang sumber dari Keuangan Pemkab Pelalawan, mengakui ada pencairan dana Sosial oleh IKLB, namun nilainya tidak disebutkan.

Tengku Nahar yang dikonfrimasi dikantornya, menyebutkan tidak pernah mencairkan dana apapun yang mengatas namakan organisasi yang di pimpinnya. Dirinya justru menuding orang lain yang mencairkan dana tersebut.**tim


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT