Pengusaha di Meranti Minim Kepedualian pada Lingkungan

Senin, 30 April 2012 - 18:34:30 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Mayoritas pengusaha yang ada di wilayah kabupaten kepulauan meranti dapat di pastikan sangat minim sekali kepedulianya terhadap lingkungan sekitar mereka, kondisi ini di sebabkan oleh adanya pembiaran maupun oleh minimnya sumber daya manusia yang ada terkait bidang penanganan amdal di perusahaan yang ada.

Pengusaha sagu di Meranti yang diperkirakan jumlahnya ratusan, akhir-akhir ini mulai banyak yang sadar atas kewajiban mereka dalam menjaga lingkungan sekitar, misalkan sudah mulai bertambahnya jumlah mereka yang mengurus HO, AMDAL. Dikarenan selama ini, Jumlah pengusaha di meranti ini masih sangat minim yang mau mengurus kelengkapan izin amdalnya.


Badan Lingkungan Hidup Pemkab kepulauan Meranti terus berupaya semaksimal mungkin dengan melalui berbagai terobosa, melakukan sosialisasi  maupun pembinaan kepada pengusaha yang ada di Meranti terkait pengelolaan lingkungan yang aman secara benar. Hal ini disampaikan oleh Drg Viviyanti, sekretaris Badan Lingkungan Hidup(BLH) Kabupaten Kepulauan Meranti.

Nantinya dalam melakukan pembinaan kepada pengusaha yang ada di meranti terkait pengelolaan lingkungan sekitar operasional mereka biar tidak mengalami ganggungan seperti pencemaran lingkungan,Pembinaan yang kita lakukan selalin dilakukan oleh mereka sendiri melalui kelompok kerja, sementara kita memfasilitasi dengan mendatangkan tim ahli lingkungan. Badan Lingkungan hidup melalui berbagai program kebinakan penanggulangan masalah lingkungan langsung turun kelapangan menanganinya.


"Terkait selama kenala selama ini jumlah pengusaha di Meranti masih sangat terbatas atau minim sekali peduli terhadap lingkungan sekitar operasional mereka. Berdasarkan survai maupun konfirimasi langsung yang kita lakukan di lapangan, dikarenakan mereka para pengusaha sangat minim sekali mendapatkan pelatihan mapupun pemahaman terhadap persoalan lingkungan hidup, disamping itu juga seperti kita ketahui kondisi ini juga di sebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia di perusahaan yang ada terkait SDM khusus yang menangani masalah lingkungan hidup," ungkapnya. **def


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT