Gula Ilegal Rafinasi Asal Thailand Beredar di Selatpanjang

Senin, 30 April 2012 - 18:21:52 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Diduga gula rafinasi beredar luas di Kota Selatpanjang. Bahkan dikonsumsi oleh masyarakat di kota sagu itu melalui kedai-kedai kopi. Dengan kondisi itu perlu menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti melalui dinas terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Seperti yang terjadi belum lama ini, di salah satu kedai kopi jalan Tebing Tinggi, Selatpajang. Terpampang jelas di sudut meja belakang kedai, gula dari produksi luar negeri itu bertuliskan refined sugar. Bahkan sebagian tulisan di bungkusan goninya seperti dari Negara Thailand.

Dan gula tersebut dijadikan pemanis oleh pemilik kedai kopi dalam menyugukan berbagai minuman yang ditawarkan kepada masyarakat yang datang kesana. Padahal sangat jelas disebutkan dalam aturan perdagangan, gula rafinasi diperuntukkan sebagai bahan baku pemanis untuk industry. Dibenarkan Sekretaris DisperindagkopUKM, Drs H Said Jamhur didampingi Kabid Perindustrian, Umayah Yatim dan stafnya, Dafri Watin, saat temui, kemarin bahkan pihak Disperindag juga mengindikasi kuat peredaran gula rafinasi secara luas memang terjadi Kota Selatpanjang. Ia menegaskan bahwa gula rafinasi tidak boleh di jadikan dan dikonsumsi secara langsung oleh masyarakat. Karena memiliki kadar gula yang tinggi yang hanya diperuntukkan sebagai bahan pemanis industry.

“Gula rafinasi digunakan untuk bahan pemanis yang dicampurkan dengan makanan atau minuman dalam industri, seperti pembuatan sirup atau minuman lainnya, serta pembuatan makanan bukan dikonsumsi langsung keadalam minuman seperti kopi atau the dengan dijual bebas di pasaran,” kata Said jamhur.

Dijelaskannya, berdasarkan ketentuannya, gula rafinasi tidak boleh diperjual belikan secara bebas di pasaran. Sebab gula tersebut khusus diperuntukkan bagi industri pengolahan makanan. Seperti untuk pembuatan kue dan lainnya. ”Kita belum tahu pasti kebaradaan gula tersebut, hanya saja kita akan cek ke lapangan bila perlu kita akan berkoordinasi dengan Kepolisian untuk penyidikannya,” sebutn ya.

Bahkan menurutnya pihak DIsperindag Kepulauan Meranti telah membentuk tim dalam upaya mengkroscek keberadaan gula rafinasi dengan dijual bebas dipasaran. Bahkan jika memang adanya laporan dari masyarakat, pihak Disperindag akan memproses dan menindak lanjutinya dengan turun kelapangan.

“Jika ada temuan dari masyarakat silahkan saja melaporkannya ke kantor kita. Nanti, kita akan coba cek. Sebab gula ini tidak boleh dijual di pasaran, tapi jika sudah berada dikedai kopi, darimana dia dapat, kita akan segera turun melalui tim yang sudah kita bentuk,” sebutnya lagi.

Menurut Said dari laporan pihak bea cukai kepada Disperindag tidak ada gula dari luar negeri seperti yang disampaikan, termasuk gula rafinasi.”Dari laporan bea cukai gula yang masuk ke Meranti hanya dari dalam negeri dan tidak ada dari luar negeri,” bebernya.

Disinggung terkait sanksi bagi pelanggarnya, Said mantan Camat Tebing Tinggi ini menyebutkan bagi pelanggarnya tentu akan dikenakan sanksi sesuai aturan. Sesuai peraturan yang dikeluarkan Kementrian Perindustrian. ”Dalam pasal 12 peraturan menteri perindustrian jelas di sebutkan bagi pelanggarnya akan dikenakan sanksi seperti barang yang diekspor dikembalikan lagi ataupun dimusnahkan,” ungkapnya.

Kepala Bea Cukai, Khanan melalui Kepala Pengawasan dan Penindakan (P2), Asnudin saat dikonfirmasi sejumlah wartawan,mengatakan Bea Cukai Selatpanjang hanya menerima barang-barang, termasuk gula dari luar negeri ke Selatpanjang, yang terlebih dahulu sudah masuk  melewati ke wilayah Pabeanan wilayah Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Sementara Bea cukai Selatpanjang sendiri tentunya melaporkan bahwa seluruh barang dari luar negeri yang sudah masuk ke Indonesia melalui Bea Cukai Wilayah Tanjung Balai itu, dari dalam negeri.

"Ini perdagangan antar pulau, masuknya barang-barang luar negeri itu dari Tanjung Balai. Artinya manifesnya sudah masuk ke Indonesia lewat Kabupaten tetangga. Kalau dari singapura atau Malaysia langsung masuk ke Selatpanjang, baru laporannya dari luar negeri," kata Asnuddin.**def


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT