Aktivitas Penimbunan Ruko Resahkan Warga Pangkalan Kerinci

Selasa, 24 April 2012 - 17:35:28 WIB
Share Tweet Instagram

Ada yang berbeda dengan kondisi Jalan Lintas Timur kota Pangkalan Kerinci pada Selasa (24/4) pagi. Badan jalan yang terbuat dari aspal hitam itu, berubah menjadi kubangan lumpur dan tanah liat yang basah. Jalan dua jalur itu menyerupai jalan poros perusahaan, yang tidak dilapisi aspal.

Pantaun tribun dilapangan, pemandangan penuh lumpur berwarna kuning itu terbentang dari depan Rumah Makan Keluarga memanjang hingga Hotel Grand Pangakalan Kerinci. Nyaris seluruh jalan pada jalur kiri tertutupi tanah liat yang becek, tetapi jalur kanan sedikit lebih bersih. Setelah ditelisik, ternyata kubangan lumpur itu timbul akibat aktivitas penimbunan kompleks Rumah Toko (Ruko) di depan Bank BNI Pangkalan Kerinci.

Padahal dua awal bulan lalu, pemerintah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah menghentikan penimbunan karena mengakibatkan kondisi jalan seperti hari ini. Pemerintah Kecamatan Pangkalan Kerinci turut membantu penertiban proyek penimbunan yang tepat dipinggir Jalinsum itu. bahkan, penangung jawab penimbunan disuruh untuk mengorek tanah yang berserakan dijalan hingga bersih. Namun kejadian itu terulang lagi dalam dua hari terakhir.

Camat Pangkalan Kerinci, Novri Wahyudi mengaku terkejut disaat tribun mengkonfirmasi tentang aktivitas penimbunan yang sudah dihentikannya kemarin. Novri mengaku baru tahu dari tribun bahwa pekerjaan yang mengganggu ketertiban umum itu kembali beroperasi. Padahal penghentian proyek swasta itu beberapa waktu lalu, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kembalinya pekerjaan yang jelas membuat Pangkalan Kerinci kotor itu, membuat pemerintah terpukul.

“Saya belum ada monitoring, masa iya beroperasi lagi. Kemarin sudah kita suruh berhenti dan jangan dilanjutkan aktivitasnya. Izin pembangunnannya itu juga belumjelas sampai sekarang. Nanti akan saya cek kembali. Kalau memang benar akan kita hentikan lagi. Apalagi akhir-akhir ini banyak kunjungan pejabat ke Pelalawan. Akan sangat kcau jika pemandangan kota demikian,” tuturnya.

Kelapa Seksi Operasi (Kasi Op) Kantor Satpol PP Pelalawan, Taswir yang dikonfirmasi tribun membenarkan beroperasinya aktivitas penimbunan itu kembali. Pihaknya telah memanggil penanggung jawab penimbunan, untuk dapat menghentikan proyek tersebut sementara. Kemudian kembali mengarahkan untuk mengorek seluruh tanah liat yang berserakan dijalan. Pihak penangung jawab bernana Manik bersedia untuk mengkondisikan jalan yang penuh lumpur itu.

Berdasarkan keterangan Satpol PP, pemilik kompleks Ruko itu yakni seorang pengusaha China bernama Mery dan yang menjadi penanggung jawab proyek bernama Mannik. Pihak kontraktor bertugas untuk memasuk sebanayk 8.000 kubik tanah timbun ke areal yang akan dibangun Ruko itu. Disinyalir juga, jika ruko yang akan dibangun itu diperuntukan menjadi penangkaran walet, sama seperti bangunan lain yang ada disekelilingnnya.

“Tadi kita sudah memanggil penanggung jawabnya dan kita berikan peringatan keras, tentang ketertiban umum kota. Ini sudah kali kedua mereka melakukan kesalahan serupa. Semua tanah yang jatuh dijalan harus dibersihkan dan kembali seperti semula. Kalau tidak, kita akan berhentikan secara paksa dan menyita seluruh peraklatan mereka,” imbuhnya.

Penanggung jawab penimbunan, Manik, yang dikonfirmasi tribun melalui telepon selulernya mengakui jika proyek penimbunan miliknya mengakibatkan kotonya jalan protocol kota. Kunjungan mereka ke kantor Satpol dalam memenuhi oanggilan sudah mendapati sebuah solusi yang baik. Pihaknya berkomitmen untuk membersihkan jalan yang penuh dengan tanah, akibat tumpahan dari mobil pengangkut.

Manik menerangkan, proyek penimbunan ini sudah berlangsung beberapa pecan dan sempat berhenti karena adaanya acara MP3EI  awal bulan lalu. Kemudian dilanjutkan lagi untuk menuntaskan pekerjaan sesuai target yang diberikan oleh pemilik lahan, yakni memasok tanah sebanyak 8.000 kubik. Terkait izin yang belum ada, ia tidak berkenan menjawab karena hal itu tangung jawab dari pemilik. Mereka hanya diberi tugas sesuai dengan kontrak yang ada.

“Kita hanya sebagai pekerja yang diberikan pekerjaan sesuai dengan kesepakatan. Jika izinnya tidak ada itu bukan wewenang saya, melainkan pemiliki tanah. Saya berjanji akan membersihkan jalan tersebut selama proyek penimbunan ini berjalan. Agar masyarakat juga tidak terganggu dengan aktivitas pekerja kami,” ungkapnya.**jn


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT