Ganti Rugi Jalur Pipanisasi Gas Tanggungjawab PT Adi Protek

Senin, 23 April 2012 - 14:27:20 WIB
Share Tweet Instagram

Terkait ganti rugi lahan dan  tanaman milik warga yang dilalui oleh pipa gas yang akan disewa oleh PT Kalila yang akan mengalirkan gas dari Langgam ke Teluk Lembu Pekanbaru untuk PLG masih dipertanyakan sebagian pihak. Pasalnya, ganti rugi yang berlangsung tidak melibatkan pihak terkait atau Pemda. Namun hanya Kades setempat.

Kades Simpang Beringin Kecamatan Sikijang, Arifin pada metroterkini.com mengaku hanya sebagai fasilitator antara masyarakat Simpang Beringin dan perusahaan PT Adi Protek. Saat ini kekawatiran warga mulai timbul jika dibelakang hari timbul masalah dampak serta dampak yang ditimbulkan akibat aliran pipanisasi gas yang melintasi beberapa daerah serta desa. Sedangkan pihak terkait setempat seperti Camat, sama sekali tidak pernah diajak untuk permasalahan ganti rugi lahan warga.

"Jika dikemudian hari timbul bencana seperti kebocoran gas, masyarakat mau mengadu kemana? Apa langsung ke perusahaan? Terus pihak pemerintah dalam hal ini dimana posisinya? Tapi kenyataanya selama ini menurut informasi pemerintah kecamatan saja tidak tahu persoalan ini," ujar Sabar salah seorang warga Pangkalan Kerinci.

Sedangkan menurut Arifin, semuanya tanggungjawab perusahaan, terutama soal penerimaan uang ganti rugi itu langsung dari perusahaan kepada para pemilik lahan yg dilalui oleh pipanisasi gas.

"Saya hanya sebagai fasilitor, antara PT Adi Protek dengan warga simpang Beringin. Masalah dampak yang bakal timbul akibat pipanasasi terhadap masyarakat, itu semua tanggung jawab PT Adi Protek," ujarnya melalui telpon kepada metroterkini.com, senin (23/4/12).

Arifin menambahkan, bagi warga yang belum mendapat ganti rugi diharapkan untuk menghubunginya agar bisa diganti rugi sesuai keadaan
tanah dan lokasinya, termasuk jalan yang digunakan untuk umum akan di ganti rugi. Pasalnya, jalan tersebut setelah dilalui pipa gas tidak boleh lagi dimanfaatkan, karena akan membahayakan jika terjadi kebocoran di kemudian hari.

Menjawab tuduhan warga yang mengatakan dirinya adalah perpanjangan tangan perusahaan PT Adi Protek dibantah keras oleh Arifin. Menurut sebagian kecil warga, Arifin dituding telah merekayasa jalan pipa tersebut yang melintasi sebagian besar wilayahnya yang juga mendapat ganti rugi dari PT Adi Protek melalui PT SPR.

Mengenai tuduhan itu, desa Simpang Beringin telah membentuk tim untuk ganti rugi lahan jalan pipaniasi tersebut. Sebab setahunya, tim dibentuk setelah semua pekerjaan ganti rugi selesai baru pihak kabupaten yang membentuk. Dikataknnya, ia hanya menerima ganti rugi tanahnya dan tanah atas nama anak-anaknya.

"Wajar saya terima uang ganti rugi, karena tanah saya juga kena oleh jalur pipa tersebut," tambahnya.

Namun sebagaian warga menuding, jika Arifin juga memainkan surat tanah secara fiktif untuk mendapat uang lebih banyak dari hasil ganti rugi lahan. Nama-nama tertentu yang tidak memiliki lahan jadi kebagian jatah ganti rugi dari perusahaan yang membangun jaringan pipanisasi rute Langgam - Pekanbaru.

Menanggapi hal ini Camat Sikijang, Surahmat mengaku heran apa bentuk perjanjian antara masyarakat dengan perusahaan, karena selaku camat dirinya belum pernah melihat keabsahan kontrak kerjasama antara perusahaan yang memenangkan tender dari PT Kalila Kerinci Bontu.**bs


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT