700 Personil Tim Gabungan Bangun 85 Kanal Blocking di Kampar

Jumat, 11 Maret 2016 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Tim gabungan TNI, Polri, Pemprov Riau serta Pemerintah Kabupaten Kampar melakukan pembuatan kanal blocking di kawasan Rimbo Panjang, Jum'at (11/3/16). Sekitar 700 personil gabungan ikut terjun langsung ke lokasi di Kecamatan Tambang Kampar.

Kanal Blocking merupakan program pemerintah dalam upaya meminimalisir terjadi kebakaran lahan dan hutan yang selama ini menjadi bencana asap di Indonesia, khususnya di Riau termasuk Kampar.

Kegiatan yang diawali dengan pelaksanaan apel pada Jumat dipimpin Karo Ops Polda Riau, Kombes Pol, Drs Edi Setyo didampingi Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono SiK. Pembuatan kanal diikuti seluruh peserta goro dari berbagai kesatuan dan instansi antara lain Brimobda Riau, Yonif 132/ BS Salo, Shabara Polda Riau, Yon Kavaleri Siak Hulu, Lanud Rusmin Nurjadin, Polres Kampar, Kodim 0313/ KPR, BPBD Riau dan BPBD Kampar, Satpol PP Riau dan Kampar serta tim Manggala Agni.

Karo Ops Polda Riau saat memimpin apel untuk pembuatan kanal blocking di wilayah desa Rimbo Panjang ini menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari dengan target pengerjaan pada hari pertama sebanyak 43 kanal blocking dan pada hari kedua besok sebanyak 42 kanal blocking, sehingga total pengerjaan selama 2 hari ini sebanyak 85 kanal blocking.

Untuk bahan atau material yang diperlukan antara lain 18 ribu karung pasir dan kayu pancang serta material lainnya telah didistribusikan sebelumnya ke lokasi pembuatan kanal blocking tersebut oleh 150 personil Polres Kampar dan Polsek jajarannya sejak Senin (7/3) hingga tadi malam. Pembuatan kanal blocking dalam jumlah besar ini sengaja diprioritaskan di wilayah Rimbo Panjang karena struktur tanah di daerah ini memiliki lahan gambut yang cukup luas yang rentan terhadap kebakaran dan sulit dipadamkan.

Berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir tentang kejadian Karlahut di wilayah Riau pada umumnya, bahwa bila terjadi kebakaran di lahan gambut akan sulit mengatasinya karena api merambat di bawah permukaan tanah yang sudah kering disaat musim kemarau ini. Untuk menjaga agar gambut tetap basah atau lembab sehingga tidak mudah terbakar, maka pembuatan sekat kanal ini adalah salah satu cara yang jitu untuk mencegah Karlahut.

Dijelaskan Karo Ops bahwa permukaan air pada sekat kanal di rancang 40 cm dibawah permukaan tanah disekitarnya sehingga lahan tetap aman dan subur untuk digunakan sebagai lahan pertanian. 
“Semoga kerja keras dan partisipasi berbagai pihak termasuk warga masyarakat ini dapat menghasilkan sesuatu yang sangat berarti khususnya dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan di wilayah Provinsi Riau,’ ’ucapnya. [ali]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT