Pansus HTI PT SRL di Pulau Rupat Lamban

Ahad, 22 April 2012 - 20:34:04 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Pansus HTI DPRD Bengkalis terkesan membiarkan perizinan yang didapat PT Sumatera Riang Lestari (SRL) yang berakibat sengketa lahan berkepanjangan antara warga dengan perusahaan. Dengan demikian Pansus dinilai melemah. 

Sikap pansus sendiri terkesan agak melemah, karena sebelumnya ketua Pansus menyebutkan bahwa ada unsur kerugian negara dalam pembukaan hutan tanaman industri (HTI) serta izinnya diduga bermasalah.

Seperti disampaikan Wakil Ketua Pansus HTI PT.SRL di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, Abdul Kadir dan anggota Pansus Muhammad Nasir soal kinerja Pansus terkait masaalah HTI seluas 38 ribu hektar itu. Menurut Abdul Kadir bahwa saat ini Pansus fokus kepada sengketa lahan yang terjadi antara warga di beberapa desa kecamatan Rupat dan Rupat Utara dengan pihak perusahaan.

Menurut Kadir, pansus telah mengadakan pertemuan dengan warga beberapa waktu lalu di Rupat. Dari pertemuan itu masalah yang paling krusial mencuat kepermukaan adalah soal pencaplokan lahan warga oleh PT.SRL, sehingga sempat menimbulkan aksi anarkis dari ratusan warga yang kemudian membakar alat berat serta camp pekerja perusahaan pensulpay bahan baku ke PT.RAPP tersebut.

"Dalam pertemuan yang diadakan pansus beberapa waktu lalu, masalah pencaplokan lahan oleh pihak perusahaan menjadi fokus utama yang dibahas. Atas dasar itulah pansus juga sudah memanggil hearing (dengar pendapat,red) pihak manajemen PT.SRL untuk dimintai keterangan soal dugaan pencaplokan lahan tersebut," ungkap Kadir, anggota DPRD Bengkalis Dapil Rupat.

Langkah selanjutnya sambung pria asli Rupat itu, pansus akan mencoba menawarkan tiga opsi kepada warga maupun pihak perusahaan terkait dengan masalah lahan. Langkah pertama adalah diberikannya sagu hati kepada warga yang lahannya masuk dalam kawasan HTI PT.SRL. Langkah kedua adalah melakukan kerjasama bagi hasil antara perusahaan dengan masyarakat, tanpa ada sagu hati.

"Sedangkan opsi ketiga yang ditawarkan yakni dilakukannya inclave, dimana lahan warga tetap menjadi hak milik warga. Opsi tersebut ditawarkan kepada kedua belah pihak, agar titik temu dan pihak perusahaan dalam melaksanakan operasionalnya di Pulau Rupat dapat bekerjasama sekaligus menghormati hak-hak masyarakat tempatan," tukas Kadir warga Rupat yang berdomisili di Dumai.

Ditambahkan Kadir, pihak perusahaan dituntut harus konsisten melaksanakan program community development (CD) mereka terhadap seluruh desa di kecamatan Rupat dan Rupat Utara. PT.SRL harus merealisasikan program CD mereka disektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan.

Terpisah, anggota Pansus Muhammad Nasir juga memberikan pendapat bahwa pansus terus melakukan kajian serta konsultasi dan menampung aspirasi dari kedua belah pihak. Sementara itu politisi dari PBR ini menyebutkan juga bahwa Pansus sudah melakukan pengecekan soal izin analisa mengenai dampak lingkungan (amdal) mereka ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Riau, seperti yang dipermasalahkan selama ini.

"Kita telah menelusuri soal izin Amdal PT.SRL. Disamping itu kita juga sudah melaksanakan konsultasi terkait izin operasional PT.SRL di Pulau Rupat ke Kementerian Kehutanan RI. Hal itu dilakukan karena HGU PT.SRL untuk pembukaan HTI dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan RI," timpal Nasir, yang juga putra asli Rupat itu menjelaskan.

Ketika ditanya apakah izin HTI PT.SRL bermasalah seperti pernah disampaikan pansus, Nasir menyebutkan bahwa izin HGU untuk HTI merupakan kewenangan pemerintah pusat. Saat ini pansus lebih memprioritaskan kepada masalah dugaan pencaplokan lahan warga oleh pihak perusahaan serta amdal yang mereka dapatkan.

"Sejauh ini terkait masalah izin HTI tetap kita pertanyakan. Namun terbitnya izin merupakan kewenangan sepenuhnya pemerintah pusat. Yang mendesak diselesaikan pansus oleh soal kepemilikan lahan serta dugaan pencaplokan yang mencuat selama ini kepermukaan," tambahnya mengakhiri. **def

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT