Ganti Rugi Lahan Pipas Gas PT Kalila Dipertanyakan

Sabtu, 21 April 2012 - 15:04:44 WIB
Share Tweet Instagram

Ganti rugi jalur pipa gas, dari Langgam ke Sungai Duku Pekanbaru untuk pembangkit listrik dipertanyakan karena dinilai aneh oleh banyak kalangan. Pasalnya, hanya Kepala Desa Simpang Beringin Kecamatan Bandar Sikijang, Kabupaten Pelalawan yang dilibatkan oleh perusahaan tanpa mengikutkan Pemda setempat termasuk bupati.

Menurut warga yang namanya tidak ingin disebutkan pada metroterkini.com, Sabtu (21/04/12) menyampaikan, bahwa dalam proses ganti rugi ini dirasakan aneh, karena hanya melibatkan Kades, M. Arifin. Lahan yang akan diganti rugi oleh perusahaan PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) dengan total Rp 21 Miliar. uang sebesar itu, hanya dikelola oleh Kades Simpang Beringin Kecamatan Bandar Sikijang.

Berdasarkan informasi uang untuk ganti rugi tanah tersebut belum dibagikan ke warga desa Simpang Beringin Kecamatan Bandar Sikijang, ini sengaja didiamkan oleh Kades pada pemilik lahan. Pantauan dilapangan, lahan warga saat ini telah dikerjakan pembangunanya untuk jalur pipa gas milik PT Kalila, tanpa kejelasan ganti rugi lahan.

Menurut informasi warga, Kepala Desa Simpang Beringin, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau, M. Arifin diduga telah menerima uang fee pembebasan lahan tersebut sebesar Rp 2,1 milyar dari PT. Kalila, uang tersebut diberikan melalui perusahaan, PT. SPR (Sarana Pembangunan Riau)

"Kades terima uang dari SPR sebanyak Rp 2,1 Miliar," ujarnya.

PT. SPR adalah salah satu dari tiga perusahaan yang memenangkan tender yang telah dilaksanakan oleh PT Kalila, sebelum pekerjaan ini dilaksanakan PT SPR bertugas untuk membebaskan lahan tempat jalur pipa dengan total ganti rugi lahan warga total keseluruhanya sekitar Rp 21 miliar dan ketentuan fee untuk Kepada Kades sebesar 10 persen dengan tugas sebagai menghubungi warga yang lahannya terkena jalur gas tersebut.

Dalam melaksanakan tugas pembebasan lahan tersebut, sejumlah RT dan RW di desa Simpang Beringin Bandar Sikijang juga dilibatkan untuk mendata lahan-lahan warga yang dilalui pipa gas PT Kalila. Tak hanya itu, warga Simpang Beringin beberapa waktu lalu juga telah dikumpulkan oleh Kades di Balai Desa Simpang Beringin untuk menyampaikan persoalan ganti rugi tersebut.

"Satu batang pohon sawit diganti rugi Rp 1 juta, dibawah 3 tahun Rp 600 ribu. Sementara untuk lahan diganti rugi dari Rp 30-60 ribu permeternya," ujar warga.

Saat hal tersebut dikonfirmasi kepada Kades Simpang Beringin Bandar Sikijang, M Arifn di rumahnya membantah hal tersebut. Diakuinya, telah menerima uang ganti rugi melalui PT SPR bukan untuk warga tetapi untuk lahan miliknya serta keluarganya. Sedangkan Humas PT Kalila yang dihubungi melalui handphone berkali-kali tak diangkat demikian juga SMS yang dikirimkan juga tidak ada balasan.**bas


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT