Terkait Tewasnya TKI Asal Ponorogo, Ibas Berduka Cita

Rabu, 02 Maret 2016 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Kepergian Didik Setiawan, salah satu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan (Korsel) asal Desa Gupolo, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo membuat keprihatinan banyak pihak. Salah satunya dari Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono yang mengaku prihatin dan turut berduka cita atas berpulangnya TKI di Korsel, Didik Setiawan.

"Kami ikut berduka cita atas meninggalnya TKI asal Ponorogo di Korsel bernama Didik Setiawan, semoga mendapat tempat yang mulia disisi-Nya dan keluarga diberi ketabahan, ini semua adalah musibah," ungkap Ibas. panggilan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono.

Lokasi kejadian tewasnya Didik Setiawan berada di pabrik pembuatan alat pemadam kebakaran bernama Hanguksobang di Korsel meledak, Senin (29/2). Kejadian ini mengakibatkan seorang tewas dan 2 terluka.

Menurut penuturan seorang pekerja WNI, ketika matahari mulai redup, sekitar pukul  17.00 sore, terjadi ledakan cukup keras pada tangki penyimpan bahan pemadam kebakaran di perusahaan pembuat alat pemadam kebakaran di Provinsi Gyeongbuk.

Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Ponorogo Sumani membenarkan kejadian yang menimpa TKI asal Ponorogo itu. “Terlah terjadi musibah, yakni tabung meledak di Pabrik tabung pemadam kebakaran di Korea yang menimpa warga Ponorogo bernama Didik Setiawan, warga Desa Gupolo, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Didik berusia 34 tahun, punya istri dan anak usia 7 bulan,” terang Sumani.

Pada saat yang sama terdapat 9 orang Indonesia sedang bekerja di situ. Akibatnya, satu TKI bernama Didik Setiawan dari Ponorogo meninggal. Sedang dua lainnya, yakni Dwi Mulyono dari Malang terluka di bagian tangan dan Hari Subagyo asal Ponorogo juga terluka.

Ditambahkan, pihaknya saat ini sedang berkonsentrasi pada yang kurban meninggal dunia. Jadi untuk proses pemulangan kami jamin Insyaallah dalam waktu satu minggu bisa pulang. 

“TKI ini keberangkatannya resmi dan sampai saat ini pihaknya sedang mengumpulkan dokumen untuk mengurus asuransinya, untuk yang lain terkait dengan hak-hak mereka, kekayaan mereka. Dan ini akan kita bantu mengurusinya,” tukasnya. [nur]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT