Konser 25 Tahun Andi Bayou, Sang Koki Musik Indonesia

Selasa, 01 Maret 2016 - 00:00:12 WIB
Share Tweet Google +

loading...


Metroterkini.com - Nama Andi Bayou cukup lekat dalam blantika musik tanah air, utamanya dalam scene musik Indonesia era 90-an.

Ya. Pria kelahiran Yogyakarta 20 Agustus 1971 ini tak hanya dikenal sebagai musisi handal. Andi Bayou ibarat koki yang meracik musik menjadi sedap. Ia adalah Produser Musik, Arranger, Komposer dan Produser album dari banyak musisi papan atas.

Untuk produser musik, pria yang memijakkan kaki di Jakarta sekitar tahun 1990 ini pernah berkarya diantaranya untuk lagu Iwan Fals, Syahrini, Rio Febrian, Nicky Astria, Mayangsari, Judika, Dewi Sandra, Mus Mujiono, Warna dan Sheila On 7.

Dalam porsinya sebagai produser album, Andi Bayou berkarya untuk Rising Star Indonesia, Akademi Fantasi Indosiar Sesi 1, Ardina Rasty, Eren Kangen Band dan 5 Album Kangen Band.

Sebelum ke Jakarta, persisnya tahun 1988 pria kalem berambut ikal ini sudah memiliki mini home studio. Ketertarikannya pada musik melebar hingga ingin mengetahui lagi makna arranging, programming, composing guna memanfaatkan fasilitas yang sudah ia miliki.

Dari situ ia bisa mengarang lagu sendiri dan mulai mencari nafkah dengan membuat berbagai jingle. Andi Bayou juga mengasah bakat bersama band local jazz Jogja Sweetener, yang kala itu berisikan Hari Toledo, Imam Kustiono. Lalu, direferensikan oleh Edy Syahroni.

Ketika pertama kali ke Jakarta, ia masuk sekolah musik di Farabi, namun tak sampai lulus karena faktor kejenuhan. Positifnya, ia dapat mengenal relasi-relasi musisi seperti Kadek, Anto Hoed, Krisna Balagita dan James F. Sundah.

Tahun 1993 pemilik nama panjang Andi Haryo Setiawan ini bergabung dengan Sket Band. Selanjutnya ditahun 1995 membentuk Bayou dan ikut membesarkan nama band itu lewat single Hanya Dirimu di posisi keyboard dan vokal.

Dua band tersebutlah yang membuat dirinya sempat merasakan dilematik, lantaran harus menentukan salah satu pilihan.

Di Sket ia merasakan ada harmoni persaudaraan didalam band, meskipun disitu hanya sebagai additional player. Sementara di Bayou yang digawangi Andi Bayou (keyboard/ vocal), Binsar (vocal), Opick (gitar), Yoyo (bass), ia marasakan gesekan kuat di dalam tubuh band. Bayou sudah telanjur menjadi darah baginya, lantaran memang band inilah yang ia bangun sedari awal.

“Bayou bermakna angin. Aku ingat Pak Yan (Jan Djuhana) sempat berkata, Bayou ini bisa memberi angin perubahan di industri musik Indonesia,” ujar Andi Bayou.

Kini, sudah 25 tahun Andi Bayou berkarya. Ada banyak mimpi dan uneg-uneg yang ingin ditumpahkan. Untuk menapak tilas kembali karya-karyanya, ia menggelar konser bertajuk ‘My Musical Journey, 25th Anniversary of Andi Bayou’.

Menariknya, tema konser itu nantinya juga akan dituangkan dalam album yang bakal dirilis April mendatang.

Bahkan dalam konser yang didukung Warner Music Indonesia di Rolling Stone Café, Kemang Jakarta Selatan, Senin (29/2) malam, Andi Bayou juga merilis dua single sekaligus, yaitu Bayou Reunion dengan single Hanya Dirimu versi akustik dan Andi Bayou Jazz Project dalam single Welcome To The Sea of Love.

Dalam konser 25 tahun Andi Bayou Berkarya juga akan dimeriahkan oleh deretan musisi tanah air, antara lain Bayou Reunion, Sket Reunion, Andi Bayou Fusion Project, Rising Star All Star, Audrey Calcia, Ulan Safitri dan Ivan Nestorman. Di konser tersebut, lagu-lagu besutan Andi Bayou akan dilantunkan.

Tak akan berhenti samapi disini. Dalam waktu dekat, autobiografi Andi Bayou juga akan dirilis dalam bentuk buku. [syah]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT