4 Tahun Rusli Zainal Tak Laporkan Kekayaan

Kamis, 12 April 2012 - 18:17:04 WIB
Share Tweet Instagram

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat kekayaan Gubernur Riau Rusli Zainal sebesar Rp 7.928.171.454 berdasarkan pelaporan LHKPN pada 2008 lalu, diakhir masa jabatannya sebagai Gubernur Riau untuk periode pertama. Padahal saat menjabat Gubri ketika itu berpasangan dengan Wan Abubakar, kekayaan Rusli Zainal baru Rp 2.209.223.114 berdasarkan LHKPN pada 2002 atau mengalami kenaikan Rp 5.718.948.340.

Setelah 2008, Rusli Zainal belum melaporkan kekayaannya ke KPK hingga 2012 ini, saat menjabat sebagai Gubernur Riau periode kedua berpasangan dengan HR Mambang Mit, sebagai Wakil Gubernurnya.

KPK mencatat, Rusli Zainal baru melaporkan harta kekayaannya sebanyak dua kali, yakni pada 2 September 2002 dan 31 Maret 2008 lalu. Terdiri dari harta tidak bergerak, harta bergerak dan alat transportasi, harta bergerak lainnya, surat berharga dan giro setara kas lainnya.

Harta tidak bergerak yang dimiliki Rusli pada LHKPN 2002 dilaporkan sebesar Rp 1.230.421.00, dan pada 2008 naik menjadi Rp 4.669.767.020. Harta tidak bergerak ini terdiri tanah dan bangunan, diantaranya ada di Pekanbaru.

Sedangkan harta bergerak dan alat transportasi pada 2002 dilaporkan sebesar Rp 199.700.000. Pada 2008 harta bergerak dan alat transportasi yang dilaporkan ke LHKPN naik menjadi Rp 380.100.000.

Sementara harta bergerak lainnya seperti logam mulia dan batu mulia, Rusli melaporkan pada LHKPN 2002 sebesar Rp 43.162.560. Pada 2008, harta tersebut naik berkali-kali lipat menjadi Rp 323.087.887.

Selanjutnya, surat berharga yang dimiliki Rusli Zainal pada 2002 bernilai Rp 125.000.000, dan pada 2008 naik menjadi Rp 428.000.000. Kemudian giro serata kas lainya mencapai Rp 610.939.554 yang dilaporkan pada LHKPN 2002, dan di LHKPN 2008 dilaporkan naik menjadi Rp 2.127.216.547.

Selain itu, Rusli diketahui memiliki simpanan uang dalam bentuk dollar pada 2002 dilaporkan 17.000 USD. Pada 2008, uang dalam bentuk dollar itu dilaporkan tetap tidak mengalami kenaikan, tetap 17.000 USD.

Dalam LHKPN 2002 dan 2008 itu, Rusli diketahui tidak memiliki piutang dan hutang, serta usaha di bidang peternakan dan pertanian. Namun dari LHKPN 2002 dan 2008, harta Rusli dilaporkan mengalami kenaikan dilaporkan sebesar Rp 5.718.948.340 dari Rp 2.209.223.114 (2002) menjadi Rp 7.928.171.454 (2008). **rtc


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT