Rapat Tertutup DPRD Bengkalis Diprotes Wartawan

Selasa, 10 April 2012 - 19:19:31 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Belakangan DPRD Bengkalis selalu rapat dengan status tertutup. Kebijakan ini menyulitkan tugas jurnalis untuk mendapatkan akses informasi. Demikian halnya yang berlangsung Selasa (9/4/12) anggota DPRD Bengkalis telah menggelar agenda rapat, namun tidak diketahui rapat apa yang digelar karena dilakukan secara tertutup.

Sejumlah awak media lokal harian cetak dan elektronik yang melaksanakan tugas peliputan di Kota Bengkalis merasa kecewa. Pasalnya, sejumlah agenda dengar pendapat atau hearing di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis sering tertutup untuk dipublikasikan wartawan.

Seperti yang terjadi sejak Senin (9/4/12) dan Selasa (10/4/12) sejumlah awak media yang ngepos di Kantor DPRD Bengkalis untuk melaksanakan tugas jurnalistik harus kecewa, karena beberapa kegiatan hearing di komisi dengan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, lebih sering bersifat tertutup dan tidak dibenarkan untuk diliput kalangan pers.

Hal tersebut sangat disayangkan, padahal dengan adanya dengar pendapat dengan sejumlah SKPD segala bentuk informasi yang diperlukan oleh publik atau masyarakat dapat diketahui secara lebih terbuka dan independen. Dengan tertutupnya dengar pendapat tersebut, dikhawatirkan adanya kesalahan-kesalahan informasi untuk disampaikan publik.

"Kita memang kecewa kenapa mesti sering tertutup, bukankah anggota dewan adalah wakil rakyat dan harus memaparkan apa masalahnya ke publik. Sementara tugas kita adalah memberikan informasi kepada masyarakat," keluh salah seorang wartawan harian Afdal Aulia, saat berada di Kantor DPRD Bengkalis, harus terpaksa menunda peliputan karena rapat tertutup.

Secara terpisah, Sukardi, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Bengkalis, ketika dimintai tanggapannya terkait sering tertutupnya rapat dengar pendapat di DPRD Kabupaten Bengkalis menyatakan, sangat menyayangkan jika maksud rapat tersebut tertutup apalagi dengan niat sengaja menutup-nutupi informasi penting kepada publik. Menurutnya, hal tersebut tidak semestinya terjadi, apalagi informasi yang dicari para awak media ketika melakukan tugas jurnalistiknya adalah sangat diperlukan demi kepentingan masyarakat.

"Seperti kemarin, dengar pendapat dengan mahasiswa STIES Bengkalis dengan Manajamen Kampus difasilitasi Komisi IV, kenapa tertutup. Diluar terdengar ada pihak yang terlibat bisa masuk kenapa pers tidak bisa? Kemudian hari ini (Selasa,-red), hearing Komisi I dengan Dinas Pendidikan dan BKD lagi-lagi tertutup. Tentu ada tanda tanya besar buat kita, kenapa tertutup bukankah publik juga berhak untuk tahu? Kita sangat menyayangkan seringnya kegiatan rapat di dewan sering tertutup," ujarnya.**di


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT