Sukses Kembangkan BUMDes, Pemkab Rohul Bentuk BUEK

Selasa, 16 Februari 2016 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Karena dinilai  berhasil melaksanakan Program Pemberdayaan Desa (PPD) terutama jalankan ekonomi kerakyatan dengan mendirikan UED-SP yang berkembang jadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), tahun ini Pemkab Rohul  buat terobosan dengan membentuk Badan Usaha Ekonomi Kelurahan (BUEK).

Dimana, BUEK merupakan perkembangan dari pengelolaan Usaha ekonomi Kelurahan (UEK). Dengan melihat perkembangan BUMDes di Rohul yang jadi lokomotif ekonomi pedesaan, sangat berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, dan berkurangnya angka pegangguran dan kemiskinan.

Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, akan buat terobosan baru dengan membentuk BUEK, dari pengembangan UEK. Itu Diakui Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Rohul H Abdul Haris SSos MSi, disela-sela melakukan rapat finalisasi penyusunan draf Peraturan Bupati Rohul tentang Petunjuk Pelaksanaan BUEK Kabupaten Rohul, di kantornya kemarin,  Sabtu [16/1/16]

Dalam rapat itu, hadir Koordinator Kabupaten (Korkab) BUMDes Rohul Syam Zaimar SP MSi, Kabid UED BPMPD Rohul Sri Waryono SSos, Kasubid PUEMP Rustam Effendi SSos.

Jelas Abdul Haris, bila BUEK diterapkan mulai tahun ini, maka Rohul satu- satunya kabupaten yang pertama di Indonesia yang melaksanakannya. Karena BUEK statusnya hampir sama dengan BUMDes. Dalam pembentukan BUEK, badan hukumnya akta Notaris yang dasar hukum pelaksanaannya menggunakan Perbup.Sedangkan BUMDes dasar hukumnya Peraturan Desa.Keberhasilan BUMDes di Rohul yang merupakan perkembangan dari usaha ekonomi desa simpan pinjam (UED-SP), menjadi motivasi pemerintah daerah untuk membentuk BUEK.

Di Rohul ada 6 Kelurahan, yakni Kelurahan Pasir Pangaraian, Kepenuhan Tengah, Kelurahan Tambusai Tengah, Kelurahan Kota Lama, Rokan, dan Kelurahan Ujung Batu, sudah menjalankan UEK, yang hanya melayani simpam pinjam ke masyarakat.

Dengan ditingkatkan statusnya jadi BUEK, maka pengurus BUEK dapat mengembangkan jenis usaha lainnya yang berpotensi di kelurahan tersebut seperti BUMDes yang kini mengembangkan berbagai jenis usaha lainnya selain simpan pinjam

“Berharap, dengan berjalannya BUEK, sama majunya dengan BUMDes yang sudah berperan sebagai lembaga ekonomi mikro di desa serta kelurahan, yang mengembangkan program-program pro Rakyat serta membuka berbagai jenis usaha dalam membantu meningkatkan preknomian masyarakat,” paparnya.

Kata Haris, setelah keluarnya Perbup tentang Pelaksanaan BUEK, maka pihaknya akan segera lakukan sosialisasi di 6 kelurahan yang ada di Rohul. Nantinya, selain memfasilitasi pembentukan BUEK dan pengurus BUEK.

“Ditargetkan, secepatnya dibentuk, dengan keberadaan BUEK berjalan sesuai dengan yang diharapkan, sama seperti halnya dengan BUMDes,” harapnya.

Abdul Haris juga mengakui, saat ini dana yang dikelola UEK di 6 kelurahan rata-rata berkisar Rp600 juta hingga Rp700 juta, yang nantinya menjadi modal BUEK. Dengan susunan struktur BUEK, Direktur, Asisten Direktur, Kepala Unit Usaha, Pengawas dan Pembina.

Kemudian diakui Korkab BUMDes Rohul Syam Zaimar SP MSi, dirinya mendukung terobosan yang dilakukan Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, dengan membentuk BUEK yang merupakan perkembangan dari UEK. Dengan harapan 6 BUEK di Rokan Hulu dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan pemerintah daerah dari pelaksanaan BUMDes saat ini.

“Februari sudah dilakukan sosialisasi, Maret 2016 sudah dibentuk BUEK di 6 Kelurahan yang ada di Rohul, kemudian dilanjutkan pemilihan pengurus BUEK yang menyesuaikan Perbub. Selama ini UEK hanya layani simpan pinjam, dengan berubah staus menjadi BUEK, dapat mengembangkan berbagai jenis usaha yang memiliki potensi di kelurahan itu,” katanya lagi. [Adv/Humas]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT