Kemenag Kampar Himbau Tidak Rayakan Valentine

Sabtu, 13 Februari 2016 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Valentine day bukan tradisi Islam dan tidak ada tuntunannya dalam ajaran Islam. Untuk itu, kepada seluruh masyarakat Kampar khususnya beragama Islam, apalagi murid-murid Madrasah dan Pondok Pesantren, jangan pernah merayakan Valentine Day, karena hukumnya haram.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Drs H Fairus MA, didampingi Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Muhammad Ali MSy, Sabtu (13/02/16) di hadapan guru dan murid Ponpes Mu’alimin Bangkinang. 

Fairus menegaskan, Valentine Day atau disebut juga dengan hari kasih, diperingati setiap tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Menurut Islam budaya ini menyimpang dari nilai, norma dan aturan, yang tidak sesuai dengan agama dan budaya. 

Untuk itu, Kantor Kementerian Agama Kampar, Riau telah mengeluarkan himbauan Nomor : Kd.04.02/01/KP.02.3/145/2016, tanggal 12 Februari 2016, tentang larangan merayakan hari Valentine Day.

Isi dari himbauan tersebut:  pertama, merayakan hari kasih sayang (sebutan Hari Valentine), bukan tradisi Islam dan tidak ada tuntunannya dalam Islam. Kedua, dalam referensi Islam dan budaya, yang berfilosofi ”Adat bersandi syarak, syarak bersandi Kitabullah”, tidak ada mengatur tentang hari valentine. 

"Valentine ujung-ujungnya hanya pergaualan bebas. Selain itu hari Valentine cendrung mendorong orang permisif dan melanggar norma-norma, serta bentuk pengerusakan budaya secara sistemik dari luar dan pengrusakan budaya kepatutan," jelas Fairus. 

Kemudian yang keempat, kepada orang tua, guru, ninik mamak, alim ulama, pemuka masyarakat, harus mempunyai peranan penting dalam melarang generasi muda untuk tidak ikut merayakan Hari Valentine. Dan yang kelima, kepada pemilik hotel, wisma dan tempat hiburan lainnya, agar tidak mengadakan acara serta menyediakan tempat untuk merayakan valentine day, khususnya bagi umat Islam di Pemerintahan Kabupaten Kampar. [ali]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT