Jaksa Gadungan Tipu Puluhan Panti Pijat di Pekanbaru

Sabtu, 13 Februari 2016 - 00:00:04 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Mengaku petugas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau,  Ari Yuhendri (25) akhirnya berhasil ditangkap tim operasional Kepolisian Sektor (Polsek) Sukajadi, Rabu (10/2/16) kemarin. Tenyata pelaku sudah puluhan kali melakukan penipuan dan pemerasan di sejumlah panti pijat di Pekanbaru.

Bermula dari laporan salah seorang korbannya bernama Maryati yang mengaku telah tertipu oleh pelaku dengan memberikan sejumlah surat perizinan dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru yang diduga palsu. Kamis (28/1/16) lalu, tersangka mendatangi panti pijat milik korban yang berada di Jalan Nenas, Kecamatan Sukajadi. Saat itu, tersangka yang berpura-pura sebagai petugas dari Kejati Riau akan melakukan pendataan terhadap panti pijat milik korban mengenai perizinan dari Diskes Kota Pekanbaru.

"Karena memang saat itu panti pijat milik korban belum memiliki izin dari Diskes Kota Pekanbaru, korban pun terpedaya  tersangka yang menawarkan untuk membantu pengurusan perizinan ke Diskes Kota Pekanbaru," ujar Kepala Polsek Sukajadi, Kompol Hermawi, Jumat (12/2/16).

Keesokan harinya, Jumat (29/1/16) tersangka kembali datang ke panti pijat milik korban dengan membawa sebuah surat yang menyatakan bahwa panti pijat korban sudah terdaftar di Diskes Kota Pekanbaru sebagai tempat pengobatan tradisional, namun diduga surat keterangan tersebut palsu.

"Bersama dengan surat tersebut, tersangka kemudian meminta uang Rp300 ribu kepada korban sebagai biaya pengurusan surat. Setelah uang diterima, tersangka pergi dan meninggalkan surat tersebut untuk meyakinkan korban," kata Hermawi.

Merasa aksi pertamanya berhasil, tersangka kembali mendatangi panti pijat korban pada hari Rabu (10/2), sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan tersangka saat itu dengan membawa dua lembar surat berupa sertifikat kelayakan kesehatan dari Diskes Kota Pekanbaru dan formulir pendataan pengobatan tradisional dari Kejati Riau serta meminta uang pengurusan sebesar Rp550 ribu.

"Melihat ada kejanggalan dari tersangka dan dua surat yang dibawanya diduga palsu, korban pun memastikan status tersangka dengan menghubungi salah seorang kenalannya yang memang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kejati Riau," tuturnya seperti dikutip dari halloriau.com.

Tersangka ternyata merupakan petugas gadungan dan tidak terdaftar sebagai petugas Kejati Riau. Menyadari hal itu, Kapolsek menjelaskan, tanpa sepengetahuan tersangka, korban kemudian segera menghubungi petugas Polsek Sukajadi yang kemudian segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hasil pemeriksaan terungkap jika tersangka sudah puluhan kali melakukan aksi penipuan disertai pemerasan dengan modus yang sama di sejumlah panti pijat di wilayah Pekanbaru, sejak Oktober 2015 silam dengan hasil bervariasi, mulai Rp800 ribu hingga jutaan rupiah. [hrc]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT