Jaringan Narkoba Antar Provinsi Terbongkar di Pekanbaru

Selasa, 19 Januari 2016 - 00:00:07 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Riau berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu asal Medan, Sumatera Utara, Senin (18/01/16) malam.

Petugas berhasil meringkus lima orang tersangka yang digerebek di empat tempat kejadian perkara (TKP). Para tersangka yakni MN (40), HR (25), SB (29), PR (33) dan RD (32).

"Pengakuan RD mendapatkan sabu-sabu dengan cara memesannya setiap bulan sebanyak seperempat ons kepada IR (DPO), warga asal Medan, Sumut. Mereka (tersangka) semua merupakan satu komplotan bandar sabu-sabu jaringan Medan," kata Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza, Selasa (19/01/16).

Menurut Iwan, pihaknya lebih dulu menciduk MN di Jalan Selamat, Labuh Baru saat hendak menjual sabu-sabu kepada polisi yang sedang menyamar. Dari tangan yang bersangkutan, diamankan pula barang bukti satu paket sabu-sabu.

"Begitu MN tertangkap, kita kembali menangkap satu tersangka lain, HR dan mengamankan barang bukti satu paket sabu seharga Rp300 ribu. HR mengaku sabu-sabu itu akan diantarkannya untuk tersangka MN yang telah kita tangkap duluan di TKP pertama," bebernya.

Pengembangan selanjutnya ke sebuah rumah di Jalan Utama, Simpang Tiga. Di rumah tersebut, petugas membekuk dua tersangka, SB dan PR. Selain keduanya, turut diamankan pula barang bukti tambahan 4 paket sabu-sabu, bong, satu timbangan digital dan puluhan plastik pembungkus sabu.

"Dari kedua tersangka (SB dan PR, red) diketahui sumber barang (sabu-sabu) mereka dapatkan dari tersangka RD. Pengejaran kita lanjutkan lagi ke TKP keempat di Jalan Pahlawan Kerja, Marpoyan Damai. Di TKP keempat tersebut, RD pun berhasil kita tangkap berikut barang buktinya berupa satu paket sedang sabu-sabu," sebutnya.

Masih menurut Iwan, dari keterangan RD, diakuilah bahwa sabu-sabu milik komplotannya selalu dipesannya dari IR, kenalannya yang berada di Kota Medan, Sumut.

"Dia (RD) pesan di Medan sama IR (DPO), modalnya Rp18 juta. Sabu pesanan dari Medan itulah yang selanjutnya mereka edarkan di Pekanbaru," singkatnya. [**din]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT