Anak Karyawan, Penebang Akasia Menderita Gizi Buruk

Selasa, 20 Maret 2012 - 12:25:44 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Sungguh tragis nasib Agus yang berumur 9 bulan, kondisi badannya sangat kurus karna kekurangan gizi, sementara tempat kedua orang tuanya bekerja pada sub kontraktor anak perusahaan PT. RAPP.

Yang lebih parahnya klinik perusahaan tempat mereka berobat justru merujuk ke Puskesmas Agar dirujuk ke RSUD Selasih pangkalan Kerinci. Berdasarkan keterangan orang tua Agus, ketika dijenguk, diruangan perawatan anak di Rumah Sakit Umum Selasih Pangkalan Keirnci, mereke mengaku suami istri bekerja di perusahaan CV. Yanto, ayahnya sebagai karyawan tetap, sementara ibunya Karyawan Harian Lepas.

Ibu korban gizi buruk ini, Asni (26th), menyayangkan Klinik Tirta Medical Centre, yang menolak mereka berobat di kilnik perusahaan ini, padahal seharusnya kilinik ini menangani Agus dengan serius, pasalnya ketika di bawa ke Klinik ini kondisi Agus sudah sangat memprihatinkan, mata cekung, badan tinggal kulit pembalut tulang, perust buncit. Setelah dirawat selama satu minggu di RSUD Selasih Kondisi Agus mulai Pulih.

"Setelah dirawat satu minggu di RSUD ini, kondisi Agus sudah membaik" Ujar Asni.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Pelalawan, Edwar, menyayangkan sikap perusahaan yang mengabaikan nasib agus, jangankan di rawat, untuk menjenguk agua saja sampai saat ini perusahaan belum ada, padahal seharusnya tanggung jawab kesehtan karyawan, adalah perusahaan tempanya bekerja.

"Saya menyayangkan, sikap RAPP selaku perusahaan yang memakai tenaga kerja orang tua Agus, jangankan mengobat keluarga karyawanya, menjenguk saja sampai pagi ini, perusahaan belum ada," Ujarnya kepada wartawan, Selasa (20/3).

Edwar meminta kasus gizi buruk yang dialami oleh agus ini menjadi perhatian perusahaan, juga dimintanya Perusahaan yang memproduksi ketas ini, menunjuk rekanan yang mengerjakan kepentingan perusahaan, adalah kontraktor yang jelas, agar kasus serupa tidak terjadi.***/tim


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT