Puluhan Kilometer Daratan Pulau Bengkalis Dihantam Abrasi

Kamis, 15 Maret 2012 - 17:00:06 WIB
Share Tweet Instagram

Puluhan kilometer daratan pulau Bengkalis sampai saat ini menjadi incaran abrasi. Meski tanaman manggrove selama ini menjadi solusi, namun abrasi tetap menghantam sebagian wilayah pulau Bengkalis yang setiap tahunya mencapai puluhan kilometer. Salah satunya Desa Teluk Pambang di Kecamatan Bantan Bengkalis yang terparah dihantam abrasi.

Hal tersebut tidak hanya terjadi di desa Teluk Pambang, seperti desa Muntai, Bantan Air, Bantan Tengah dan desa Selatbaru. Sebelumnya hal itu pernah menjadi pembicaraan hangat di Bengkalis menyikapi persoalan abrasi yang dari tahun ke tahunya semakin parah dan mengikis perkebunan milik masyarakat di pulau Bengkalis.

Salah seorang pemuda dan juga pemerhati lingkungan, Muchlis pada wartawan menyampaikan, persoalan abrasi di Pulau Bengkalis selama ini bukan hal yang baru.Sedikit demi sedikit setiap tahunya pulau Bengkalis terkikis oleh hantaman gelombang Selat Melaka air laut. Saat ini wilayah daratan yang merupakan perkebunan masyarakat saat ini menjadi lautan.

Desa Teluk Pambang, Kabupaten Bengkalis, Riau, tepat di desa Banan atau wilayah Tanjung Parit saat ini merupakan wilayah terparah yang menjadi hantaman gelombang dan abrasi. Sebab wilayah ini berada di perbatasan dengan Selat Malaka (Malaysia) sebelah selatan dari kota Bengkalis.

Muchlis menambahkan, masyarakat di desa Teluk Pambang pda umumnya menjadikan petani pohon kelapa yang selama ini menjadi sumber kehidupan, selain nelayan. Namun sebagian besar kebun pohon kelapa mereka tumbang dan hanyut dihantam abrasi setiap tahunya. "Saat ini gelombang air laut setinggi 3 meter dan mengikis daratan di Pulau Bengkalis. Tak heran tumbuhan disekitar bibir pantai terkikis dibawa ombak Selat Melaka," ujarnya.

Salah seorang warga Banan Desa Teluk Pambang juga menyampaikan hal yang sama,"sudah puluhan kilometer abrasi di desa kami ini. Kami menjadi resah atas kejadian ini. Tanaman pertanian dan lahan masyarakat sudah luluh lantak," ungkap Firdaus.

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Bengkalis harus memberikan perhatian serius menanggapi masaalah abrasi selama ini. Jika tidak, desa di pinggiran pantai yang berhadapan dengan Selat Melaka seperti desa Teluk Pambang bisa hanyut dan tenggelam dan berubah menjadi lautan.

"Memang ada solusi pemerintah, dengan program menanam tanaman manggrove di Teluk Pambang dan desa lainnya. Tetapi kebijakan ini tetap saja berlaku surut. Ini terletak di wilayah rawan abrasi. Artinya pemerintah lebih serius menanganinya. Bisa saya sebutkan negara Singapura, saat ini lebih menjaga wilayahnya agar tidak hilang dari abrasi dengan membuat program spektakuler. Namun kita (Indonesia-red), diharapkan lebih serius lagi," harapnya.

Menanggapi masalah ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bengkalis , Sofian saat dikonfirmasi mengatakan, berupaya memberikan perhatian serius. "Ini sudah saya usulkan secara kolektif. Karena wilayah Desa Teluk Pambang, Desa Muntai merupakan rawan abrasi. Dan pemerintah dalam hal ini jangan setengah hati," kata Sofian yang juga warga Teluk Pambang.**muchlis

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT