Biaya Akte Kelahiran Mahal, Komisi I Rencana Temui Dirjen

Selasa, 13 Maret 2012 - 17:14:29 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Mahalnya biaya pengurusan akte kelahiran direspon oleh kalangan DPRD Bengkalis melalui Komisi I. Mereka berencana akan menemui Direktorat Jendral Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri di Jakarta dalam waktu dekat ini.

Seperti dikemukakan Ketua Komisi I DPRD Bengkalis Hj Mira Roza, Selasa (13/3) mengemukakan biaya akte kelahiran harus disahkan melalui ketetapan pengadilan negeri (PN) Bengkalis sehingga warga di luar kota Bengkalis harus mengeluarkan biaya transportasi yang tinggi.

"Kita merespon sepenuhnya apa yang menjadi keberatan dari masyarakat soal biaya akte kelahiran. Selain biaya yang dibebankan berupa biaya sidang, biaya pengantaran surat pemberitahuan sidang yang dihitung berdasarkan jarak tempuh, jelas memberatkan sekali," ungkap Mira Roza.
          
Politisi perempuan dari PKS ini menyampaikan bahwa akte kelahiran yang diurus tidak hanya biaya untuk pengadilan, tapi juga biaya transportasi mereka saat menghadiri termasuk saksi minimal dua orang. Bayangkan saja ujar Mira, warga tidak mampu dari kecamatan Rupat Utara, Rupat, Mandau dan Pinggir akan merasa berat dari sisi biaya untuk menghadiri sidang di kota Bengkalis.

Untuk itu sambungnya, tujuan Komisi I mendatangi direjen catatan sipil adalah mengupayakan ada solusi lain yang bias meringankan masyarakat dalam hal pengurusan akte tersebut. Dimana rata-rata biaya pengurusan akte kelahiran minimal mencapai Rp 1 juta per-akte.

"Bayangkan saja sekiranya ada dua atau tiga orang anak yang harus diuruskan aktenya, tentu beban biaya juga semakin tinggi. Atas dasar itulah kedatangan kita ke depdagri meminta ada keringan dalam hal pengurusan, termasuk penetapan akte kelahiran," ujar Mira mengakhir.**us


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT