Faktor Ekonomi Pengaruhi Perceraian di Meranti

Sabtu, 10 Maret 2012 - 17:51:42 WIB
Share Tweet Google +

Minimnya pengetahuan tentang makna pernikahan salah satu penyebab perceraian terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Selain itu, faktor perkawinan usia muda, faktor ekonomi juga turut jadi penyebab gugat cerai dan talak pada perceraian yang banyak ditangani Pengadilan Agama (PA) Selatpanjang.

Hal itu diungkapkan Kepala Pengadilan Agama Selatpanjang, Drs Adnan Yus melalui Panitera/Sekretaris PA Drs. H Asril MH kepada wartawan di Selatpanjang. Asril menyebutkan, di Kabupaten Kepulauan Meranti tingkat perceraian terus meningkat dari tahun ketahun. Salah
satunya Faktor yang mendominasi angka Perceraian itu terjadi ialah faktor ekonomi keluarga.

"Selama Januari sampai Februari 2012 ini ada 49 perkara yang kita tangani, diantaranya perkara Gugat ada 44 perkara, sedangkan perkara Talak ada 5 perkara, dan angka perkara setiap tahun ketahun selalu meningkat," ujarnya.

Dikatakan H. Asril, dari perkara yang ditangani antara penggugat dan tergugat di PA Selatpanjang, datangnya perceraian tersebut di akibatkan masalah di tinggal lama tanpa nafkah, istri di tinggal, ekonomi keluarga yang berbuntut pertengkaran dan lain-lain. Namun
secara garis umumnya perceraian tersebut dapat juga di sebabkan Pernikahan Dini (PD) atau usia muda dan kurangnya memahami sebuah makna perkawinan.

"Kita dari pihak PA hanya bisa menghimbau kepada masyarakat, agar memperhatikan betul makna pernikahan, dan mencoba menahan diri dari emosi sesaat.terlebih lagi bagi yang menikah di usia muda," himbau Asril.**def

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT