BC Tutup Mata, Prodak Luar Bebas Beredar Di Selatpanjang

Jumat, 09 Maret 2012 - 19:51:51 WIB
Share Tweet Google +

Persoalan barang ilegal asal luar negeri saat ini masih bebas dipasarkan di Selatpanjang. Mulai barang kebutuhan sehari-hari seperti minuman ringan, beras, bumbu masak, makan ringan sampai barang kebutuhan rumah tangga lainya. Tak hanya itu, barang second, pakaian bekas serta minuman keras juga ada di pasaran.

Masih  maraknya barang asal luar negeri yang beredar bebas di pasaran dikarenakan adanya indikasi permainan antara penyelundup dengan pihak terkait, seperi aparat bea dan cukai dan dan instasi berwenang di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti. Kondisi ini terlihat dari maraknya kapal asal Pulau Batam maupun Tanjung Balai Karimun serta kapal asal luar negeri yang masih bebas luas melakukan aktifitas bongkar muat di belakang ruko maupun di pelabuhan tikus yang ada di pantai sekitaran kota Selatpanjang.

Seperti KM Bintang Baru, KM Tenaga Sakti GT 28 PPE yang sandar di Pelabuhan Tanjung Harapan terlihat selalu membongkar muat barang di pelabuhan tikus (Pelabuhan tidak resmi) di belakang ruko Jalan A Yani yang dulunya PT.Adi Wira Guna Usaha. Bahkan jarak bongkar muat dengan kantor pelayanan Bea Cukai hanya berjarak ratusan meter.

Disamping itu ada beberapa kapal yang melakukan bongkar muat di pelabuhan Camat maupun di pinggiran pantai Sungai Juling dan Jawi-jawi yang umumnya mereka tidak pernah mendapat pengawasan dari aparat maupun instasi berwenang lainya.

Barang barang asal luar negeri yang bebas luas beredar di pasaran kota Selatpanjang tersebut antara lain adalah Karating Daeng (asal Thailan), buah-buahan, sarden, sayur kaleng, beras Cina, barang-barang kelontong, Oli, barang elektronik, baterei 24 vo, Cat kaleng, besi baja batangan.

Barang-barang ini dipasok via Tanjung Balai Karimun. Tragisnya, kain bekas pun bebas melenggang di bongkar di pelabuhan tikus yang ada di sepanjang pelabuhan tikus yang ada di kota selatpanjang.

Bing Kun pemilik KM. Tenaga Sakti dan beberapa kapal lainya yang selalu aman memasukan barang barang asal luar negeri dengan melakukan bongkar muat di pelabuhan milik pribadinya yang beralamat di Jalan Jawi-jawi kota Selatpanjang  ketika di konfirmasi  wartawan menolak memberikan penjelasan tentang alasan kenapa dirinya tidak melakukan bongkar muat di pelabuhan resmi yang mendapat pengawasan aparat Bea dan Cukai Selatpanjang. Ia hanya menyarankan supaya wartawan mempertanyakan soal itu ke pihak  Bea dan Cukai.

"Saya sudah bayar cukai, untuk apa kamu tanya-tanya, suka saya lah. Inikan pelabuhan saya mana ada yang larang. Kapal lain kan banyak, kenapa hanya kapal saya saja yang kamu tanya," ujarnya pada wartawan.

Kepala Kanto Pelayanan BC Selatpanjang, Khan An ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan di ruang kerjanya, menjelaskan dimana saja pemilik kapal boleh bongkar barang selagi dalam kawasan Bea dan Cukai. Namun mereka sebelum melakukan aktifitas bongkar muat harus mendapat persetujuan dari kepala kantor. Kapal yang membawa barang dari Tanjung BalaiKarimun pihak Bea dan Cukai tidak tahu. Pihak Bea dan Cukai Selatpanjang tidak ada wewenang untuk memeriksa kapal dari Tanjung Balai Karimun,karena kapal tersebut adalah kapal antar pulau. Kapal lintas batas ada tiga yaitu, KM Maju Jaya, KM Tenaga Sakti,Kodtry Jaya. kapal
ini semuanya dalam pengawasan Bea dan Cukai Selatpanjang.**def

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT