Wabup Meranti Lantik Pengurus P2TP2A

Jumat, 09 Maret 2012 - 19:13:21 WIB
Share Tweet Google +

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Masrul Kasmy MSi melantik pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kab. Kepulauan Meranti di ballroom Grand Meranti Hotel. Pada kesempatan tersebut Wabup berharap para pengurus harus segera mengambil langkah-langkah strategis dalam mengatasi persoalan yang dihadapi kaum perempuan dan anak. Disamping itu juga melakukan sosialisasi program-program yang ada dan yang akan dilaksanakan, baik itu melalui media cetak dan elektronik.

“P2TP2A ini dibentuk diharapkan mampu menjawab fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belakangan ini semakin marak terjadi di masyarakat. Apalagi media cetak dan elektronik sering menyiarkan kasus kekerasan di tengah masyarakat, seperti kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap anak dalam dalam rumah tangga, dan masih banyak lagi. Untuk itu, mari bersama-sama kita pantau setiap kejadian yang terjadi di sekitar kita segera melakukan advokasi dan menyimpulkan langkah-langkah yang perlu diambil,” harap Wabup kepada P2TP2A Kabupaten Kepulauan Meranti yang dipimpin oleh Hj Yusraini Masrah, AMd.

Secara realita, masih banyak perempuan yang tidak bekerja, atau hanya sebagai ibu rumah tangga, sering tertindas secara psikis. Ketergantungan kepada lelaki dalam hal ekonomi, menyebabkan mereka tidak berani mengeluarkan pendapat, takut suami marah. Mereka terima saja apabila diperlakukan semena-mena. Jika suami marah, takut tidak ada tempat tinggal, tidak ada yang akan memberi nafkah.

Bahkan, tidak jarang, banyak pula suami yang melampiaskan kemarahan juga secara fisik kepada para isteri, seperti main tampar,main tendang, dan bahkan disiram air panas.
Begitu juga halnya mengenai kekerasan terhadap anak, mereka dipukul, direndam air, hingga ada juga tubuhnya yang disetrika. Tidak hanya di rumah, di lingkungan sekolah juga anak-anak kerap mendapatkan bentuk kekerasan dan pelecehan seksual. “Kita jadi perihatin dan geram mendengar kejadian-kejadian yang mengerikan ini,” ujar Wabup.
 
Dengan adanya Badan P2TP2A ini diharapkan nantinya masyarakat akan tahu hukum. Para suami tidak semena-mena lagi kepada isteri, masyarakat tahu menghargai para wanita maupun anak-anak dan tidak hanya menganggap mereka sebagai orang lemah.
 
Sementara itu, Ketua Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan KB, Drs Ikhwani dalam laporannya mengatakan bahwa P2TP2A didefinisikan sebagai pusat pelayanan yang terintegrasi baik dalam sistem maupun lintas pelaku kepentingan dalam tugas dan fungsi dalam upaya pemberdayaan perempuan diberbagai bidang pembangunan, serta perluindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk deskriminasi dan tindak kekerasan.
 
“P2TP2A ini dibentuk oleh pemerintah aatau berbasis masyarakat dan dapat berbentuk pusat-pusat konsultasi terkait upaya-upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan perempuan dan anak termasuk perdagangan orang. Pembentukan lembaga ini merupakan salah satu program yang terdapat para Peraturan Presiden RI Nomor 38 tahun 2008 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2009 yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan serta mewujudkan kesetaraan gender.**def

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT