Aceh Peringati 11 Tahun Tsunami di Masjid Rahmatullah

Sabtu, 26 Desember 2015 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Puncak peringatan 11 tahun tragedi tsunami Aceh diselenggarakan secara sederhana di Masjid Rahmatullah, Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (26/12/15). Peringatan diisi dengan zikir sejak tadi malam, tausiah dan juga berkunjung ke makam kuburan massal yang ada di Ulee Lheue, Banda Aceh maupun di Lhoknga, Aceh Besar.

Hadir pada puncak peringatan ini Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dan sejumlah stakeholder lainnya. Acara peringatan di Masjid Rahmatullah dimulai sejak pukul 09.00 WIB setelah berziarah ke pemakaman massal korban tsunami.

Zaini Abdullah dalam sambutanya mengatakan sengaja menyelenggarakan acara peringatan di Masjid Rahmatullah, karena merupakan satu-satunya masjid yang selamat saat diterjang tsunami. Masjid Rahmatullah yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari bibir pantai itu hanya mengalami rusak ringan saat tsunami 2004 silam.

"Meskipun diselenggarakan dengan sederhana, tetapi cukup bermakna peringatan ini. Karena musibah tsunami merupakan teguran bagi kita semua," kata Zaini Abdullah di Lampuuk, Aceh Besar.

Tambahnya, sudah selayaknya semua pihak bisa memetik pelajaran sebagai landasan untuk membangun peradaban yang lebih baik ke depan. Salah satu pelajaran itu adalah perlunya mendorong agar masyarakat Aceh peduli dengan pengetahuan di bidang kebencanaan.

Aceh dan sejumlah wilayah lain di Indonesia terletak di kawasan yang rawan bencana. Hal ini dikarenakan letak geografis Indonesia merupakan titik bertemunya tiga lempeng tektonik, yakni Eurasia, Indo-Australia dan Lempeng Pasifik.

Lempeng ini kerap bergeser menumbuk lempeng lainnya sehingga berdampak pada terjadinya gempa bumi. Jika gempa bumi yang terjadi berkekuatan di atas 6 skala richter, maka berpotensi menghadirkan tsunami.

"Maka kita harus selalu waspada dan siap menghadapi bencana," katanya.

Sementara itu dosen Fakultas Dakwa Universitas Islam Negeri (UIN) Arraniry, Banda Aceh, Tgk Fachruddin memberikan tausiah singkat. Dalam tausiahnya, dia mengisahkan tentang perjuangan Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad SAW.

Dia juga menyindir soal pembangunan Aceh harus dimulai dari elite politik pemerintahan. Bila elite baik, maka Aceh akan baik dan masyarakat akan sejahtera. Sebab selama ini pola pikir elite yang harus diperbaiki, baik untuk membangun Aceh maupun Indonesia. [**mrd]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT