LK2I-TM Akan Kembangkan Mie Sagu Instan

Kamis, 01 Maret 2012 - 23:40:28 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Sebagai lembaga klaster industri LK2I-TM berusaha untuk membuat inovasi baru sebagai salah satu pengembangan industri berbasiskan keunggulan lokal. Hal ini dilakukan untuk pengembangan ekonomi lokal serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Mie sagu merupakan salah satu makanan khas dari Kabupaten Kepulauan Meranti, yang selama ini pemasarannya dilakukan dengan cara yang sangat sederhana.

"Sebelumnya kita sudah melakukan survey ke beberapa wisatawan lokal maupun wisatawan asing dari Malaysia, setiap kali ke Selatpanjang atau Meranti mereka membawa ole-ole mie sagu. Begitu juga dengan tamu-tamu Pemkab dari luar daerah, pihak Pemkab kita sering memberikan ole-ole berupa mie sagu. Dan hasil survey kita, banyak diantara wisatawan asing tersebut tidak mengetahui cara mengolah atau memasak mie sagu tersebut," tutur Harry Eko, Wakil Ketua LK2I-TM kepada wartawan kemarin di Selatpanjang.

Karena itu LK2I-TM melihat ini sebuah peluang bagaimana mie sagu itu dikemas dengan baik disana ada komposisi kandungan zat dan gizinya serta ada cara memasaknya sehingga mereka yang membelinya sudah bisa pengolah masakan tersebut. Ataupun mie sagu tersebut siap saji. dengan diseduh air panas sudah bisa dikosumsi langsung.

Sementara Ketua LK2I-TM, Mizan Asnawi, M.Ec.Dev bahwa untuk mengembangan usaha mie sagu instan ini pihaknya sedang menjajaki dan dalam konsultasi dengan pihak PT Tropica Nucifera. "Kita sudah melakukan konsultasi dengan pihak PT Tropica Nucifera, karena mereka sudah memiliki pengalaman dalam hal ini. Bagaimana packing atau pengemasan yang baik bagaimana kualitas dari makanan tersebut bisa terjaga, sekarang sedang dipelajari," terang Mizan Asnawi.

Menurutnya lagi, bahwa pihaknya sudah pernah melihat mie sagu instan yang diproduksi di Bogor yang disebut mi Gleser, namun kemasannya masih sangat sederhana. Di negara Thailand juga memproduksi mie sagu instan yang sudah disaji dalam cup yang sudah dipasarkan hingga ke negeri Belanda. "Kita sebagai daerah penghasil sagu terbanyak di Indonesia dan terbesar ke 3 di dunia, sangat sayang sekali jika tidak memanfaatkan industri sagu menjadi industri andalan lokal," tutur Mizan Asnawi.

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT