Warga Pelantai Tewas Disambar Petir

Kamis, 01 Maret 2012 - 23:28:50 WIB
Share Tweet Instagram

Seorang pemuda Dusun Anak Kamal, Desa Pelantai, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti tewas mengenaskan akibat disambar petir. Korban adalah Muslim (21) yang bekerja sebagai buruh di salah satu perkebunan sawit di daerah Buatan, Kabupaten Siak Sri Indrapura.

Peristiwa maut itu terjadi pada Selasa (28/2/12) lalu, sekitar jam 14.00 WIB. Kejadian bermula saat korban bersama beberapa orang rekannya sesama buruh sedang beristirahat, karena hujan beserta guruh yang terus menerus beradu tidak memungkinkan bagi mereka untuk melanjutkan pekerjaan. Tapi nasib berkata lain, halilintar itu malah menyambarnya hingga tak berdaya.

Kejadian itu sempat mengejutkan teman-temannya yang kebetulan sedang duduk di kursi. Melihat korban terluka parah, mereka pun berupaya memberikan pertolongan. Namun apa yang hendak dikata. Luka bakar dan lebam-lebam yang dideritanya, membuat Muslim tak mampu bertahan dan akhirnya meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Hari itu juga jenazah korban dibawa oleh pihak perusahaan ke kampung halamannya dan baru tiba sekitar pukul 02.00 WIB. Tak ayal, isak tangis langsung mewarnai suasana di rumah duka. Kemudian pada Rabu (29/2/12), jenazah korban pun langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang terletak di Dusun Anak Kamal, Desa Pelantai.

"Kita sekuarga pasrah dengan takdir Allah SWT. Ini semua kehendakNya dan kami juga tidak menuntut pihak perusahaan tempat anak saya bekerja, itu takdir. Kita doakan saja semoga anak saya diterima di sisi Allah dan mendapat rahmat dan karuniaNya," sebut Tukiran, orang tua korban, kepada wartawan yang berkunjung ke rumahnya, Kamis (1/3/12). Sayangnya, orang tua korban tidak menyebutkan tempat anaknya itu bekerja, sehingga tidak dapat keterangan lebih dalam tentang kejadian tersebut.   

Sutarno tokoh mudah masyarakat desa Pelantai ketika ditanyai melalui selulaernya, membenarkan terjadinya peristiwa itu. Namun, ia juga tidak mengetahui lebih jauh tentang persitiwa itu.

"Benar, Muslim (almarhum) ini bekerja di daerah Buatan Kabupaten Siak. Dia bekerja selaku buruh mengambil upah disana. Menurut informasi yang kami terima, yang bersangkutan ini sewaktu kejadian memakai kalung besi dan sedang memainkan handpohe selulernya. Pada saat itu hari sedang hujan. Tadi telah disemayamkan di dusun Anak Kamal, Desa Pelantai,” kata Sutarno.**def/zul


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT