HMI Nilai Pengamanan Kedatangan Wapres Berlebihan

Ahad, 20 Desember 2015 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK)  dijadwalkan akan berkunjung ke Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara hari ini (20/12). Kedatangan ini terkait dengan peninjauan beberapa kegiatan industri. Ironisnya, dalam kegiatan pengamanan kedatangan Wakil Presiden, aparat keamanan terlihat represif untuk mencegah aksi-aksi demonstrasi.

Sehari sebelumnya (19/12/15), jajaran aparat keamanan mengangkut sejumlah sound system rental di depan kampus Universitas Halu Oleo (UHO)  dengan pengawalan anggota TNI. Sound system tersebut  biasa dijadikan perangkat demonstrasi aktivis mahasiswa. Kami duga kuat, tindakan aparat ini untuk mematikan aksi massa yang massif terkait kedatangan JK. Sepintas aksi aparat tersebut  terlihat sederhana, tetapi menabrak nilai-nilai kebebasan yang menjadi konsensus dan cita-cita bersama  lahirnya reformasi.

"Kami dari Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Kendari menyampaikan menyayangkan tindakan aparat tersebut. Tindakan aparat kami nilai sangat kaku dalam menjalankan tugas pengamanan pejabat negara," kata Jufra Udo, Ketua Umum HMI MPO Cabang Kendari, Minggu (20/12/15) dalam rilisnya ke metroterkini.com.

Tambahnya, tindakan aparat tersebut dinilai mencederai nilai-nilai konstitusi, sebagaimana bahwa  kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat  dijamin UUD 1945 dalam Pasal 28E ayat 3. Dengan sendirinya, aparat tidak berwenang membatasi hak warga negara dalam menyampaikan aspirasi selama dalam koridor bebas dan bertanggungjawab.

Selain itu, aparat keamanan dinilai terkesan berlebihan dalam kegiatan pengamanan. "Menurut kami, kegiatan demonstrasi bukanlah ancaman serius yang membahayakan keselamatan Wakil Presiden, atau menjatuhkan wibawa dan kehormatannya, jika mencermati peraturan  No. 59 Tahun 2013. Terlebih lagi, pengawalan kegiatan demonstrasi bisa ditempuh lewat jalur koordinasi antara Polri dan TNI," katanya. [**]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT