Penyitaan Bensin Disperindagkop Dipertanyakan

Selasa, 28 Februari 2012 - 20:16:05 WIB
Share Tweet Instagram

Kasus penyitaan dua drum bensin dari salah seorang pengecer yang membeli minyak dari APMS Hendriyanto, yang akan diecer untuk pengusaha kilang menuai protes. Penyitaan oleh Disperindagkop Kabupaten Meranti dinilai tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Menurut A Rahim Attan, dasar hukum Disperindagkop yang menyita 2 drum bensin dari AMPS perlu dipertanyakan. "Apa dasar Kepala Disperindagkop Meranti melakukan penangkapan minyak bensin dari salah seorang pencer minyak kami," ujar Hardriyanto selaku manager AMPS.

Sesuai aturan, pengusaha kilang sagu yang termasuk pengusaha ekonomi menengah kebawah itu adalah Peraturan Presiden No: 09 Tahun 2009. Dalam Perpres tersebut AMP boleh menjual minyak ke pengusaha menengah ke bawah. Namun pihak Disperindagkop malah melakukan penangkapan 2 drum bensin.

A. Rahim Attan menambahkan, penangkapan tersebut dinilai ada unsur sentimen pribadi antara Disperindagkop Meranti dengan pihak APM. "Kalau memang mau menangkap kenapa tidak di tangkap semua. Dalam hal ini saya ingatkan pada Disperindahkop untuk menjelaskan dasar hukum yang dipakai," ujarnya.

Selain itu, jika memang benar penangkapan itu menyalahi aturan atau melanggar hukum kenapa barang bukti tersebut diserahkan ke pihak penyidik. "Kemana barang buktinya, tolong tunjukan kepada masyarakat barang buktinya. Jika barang bukti tidak ada, sama saja itu menggelapkan barang bukti," ujar A Rahim.

Kepala Disperindagkop Syamsuar Ramli yang dihubungi melalui selulernya membenarkan adanya penyitaan 2 drum bensin tersebut. "Benar, belum lama ini kami menangkap minyak bensin sebanyak 2 drum dari salah seorang pengecer. Minyak tersebut katanya mau mereka jual ke kilang sagi dan menurut pengakuan pemilik, minyak tersebut berasal dari APMS Hendriyanto.

Diakui Syamsuar Ramli, saat ini minyak tersebut telah diserahkan kembali kepada pemiliknya. Sebab pihaknya tidak memiliki wewenang penuh dan menindak lanjuti penyitaan barang berupa minyak bensin tersebut. Namun terkait pengamanan minyak tersebut, menurutnya lagi hal tersebut bisa ditanyakan kepada stafnya kantor.

"Semuanya tahu kok," ujar Syamsuar dan langsung mematikan selulernya.**def


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT