Disbudparpora Diduga Selewengkan Dana Liputan Mandi Safar

Selasa, 08 Desember 2015 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis diduga menyelewengkan dana liputan wartawan mandi safar.

Belasan wartawan dari Kota Bengkalis yang meliput dan difasilitasi Disbudparpora meliput acara mandi safar yang di pantai Tanjung Lapin Desa Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara, Sabtu (5/12/15) minggu kemarin. Namun, diduga dana liputan awak media tersebut diduga diselewengkan oknum panitia.

Sebab, hanya segelintir wartawan yang diberikan uang liputan. Sementara sebagian besar tak mendapat uang liputan yang sudah dianggarkan tersebut.

Ketika sejumlah awak media mendatangi Disbudparpora, Selasa (8/12/15) siang, PPTK kegiatan Jefri enggan mencairkan dana liputan awak media tersebut.

Parahnya lagi, wartawan yang pergi dan difasilitasi transportasinya oleh Disbudparpora dan bertegur sapa dengan Jefri di lokasi acara malah di tuduh- tuduh tidak pergi meliput.

“Mohon maaf tidak semua kita akomodir, catat saja dulu nanti kita rapatkan,” ujar Jefri sambil menggenggam uang liputan yang jumlah di taksir jutaan rupiah.

Mendengar hal itu, sebagian awak media langsung sontak meninggalkan ruangannya.

“Kita ini pergi pak, masak dananya ada tapi tidak mau anda berikan, jangan dipendam- pendam lah,” ucap wartawan sambil meninggalkan ruangan PPTK Jefri.

Seperti diketahui, kegiatan mandi safar yang diselenggarakan merupakan kerjasama Disbudparpora, Pemerintah Kecamatan Rupat dan Dinas Perikanan dan Kelautan, selain mandi safar secara bersama juga di peringati Hari Bhakti Nasional.

Anggaran untuk kegiatan tersebut diduga dialokasikan dari APBD Bengkalis 2015 sebesar Rp1 miliar lebih.

Selain anggaran dari Disbudparpora juga ada anggaran dari Dinas Kelautan dan Perikatan serta dari kecamatan.

Hanya saja acara digelar Disbudparpora tersebut hanya berlangsung sekedarnya. Namun, kegiatan tersebut disambut meriah warga setempat. Sebab, ritual mandi safar merupakan ritual tahunan warga Pulau Rupat. Kendati tidak disokong pemerintah, ritual mandi safar tetap dilangsung masyarakat setempat, karena ritual tersebut merupakan tradisi turun temurun di daerah ini. [rdi]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT