Lecehkan Wartawan, Anshari Kadir Menangis Minta Maaf

Senin, 07 Desember 2015 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Anshari Kadir, Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Pendidikan dan Agama Biro Kesra Provinsi Riau, melakukan pelecehan terhadap profesi wartawan di hadapan puluhan pejabat dan camat di Rohil.

Kejadian berawal saat Anshari Kadir menyampaikan materi acara Akselerasi UKS, Senin (7/12/2015) di lantai IV Kantor Bupati Rohil, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi. Sebagai narasumber dihadapan puluhan pejabat dan camat di Rohil, Anshari Kadir mengaku kalau dirinya pernah menjadi wartawan di sebuah stasiun radio di Pekanbaru.

"Wartawan pandainya hanya cuma menyorot dan mencari kesalahan orang saja, namun tidak pandai menyorot diri sendiri," ucapnya dihadapan puluhan pejabat dan camat di Rohil.

Tak hanya sampai disitu Anshari kadir juga menyampaikan kata-kata penghinaan yang membuat puluhan wartawan di Rohil menjadi geram.

"Ibu-ibu dan bapak-bapak tahu tidak, dulu itu setiap ada acara lomba lari selalu wartawan yang menjadi juaranya. Asal ibuk dan bapak tau, karena saat lomba akan dimulai, lempar saja amplop maka wartawan akan berlari dengan cepat," katanya sambil tertawa yang diikuti tepuk tangan peserta UKS.

Anshari Kadir juga mengaku saat menjadi wartawan tidak mau diberikan amplop oleh narasumber. "Saya dulu tak mau dikasi amplop, bukan karena isinya Rp50 ribu ya, tapi memang saya tidak mau, palingan cuma sekali-kali disaat saya mau berangkat ke Jakarta," katanya.

Mendengar perkataan yang dilontarkan Anshari Kadir, semua peserta UKS lalu melihat ke belakang dimana tempat wartawan melakukan peliputan. "Wartawan di Bagan jangan ditulis ya, masa jeruk makan jeruk," ucapnya sembari mengaku masih memiliki kartu pers.

Tak terima dengan ucapan pejabat Pemprov Riau itu, puluhan wartawanpun mengkonfirmasi perkataan Anshari Kadir yang terlihat pucat dan dan menggigil sembari minta maaf kepada sejumlah wartawan.

"Maaf ya nak, saya minta maaf karena tadi saya keseleo, sumpah saya tidak bermaksud menghina wartawan," ujarnya.

Anshari Kadir mengaku khilaf dan meminta maaf. "Maafkan saya, jangan diekspose di media lagi ya, tolonglah nak, saya memiliki istri dan anak, sekali lagi maaf ya, tolong lah," ujarnya.

"Tolonglah maafkan ya, saya rela lakukan apa saja asalkan beritanya tidak dinaikan. Tadi tu saya khilaf, saya rela kalian bawa kemana saja, kita ini kan keluarga ibarat ayah dan anak. Saya khilaf dan demi Allah saya minta maaf dari hati yang tulus, bisa kan maafkan saya?," tanyanya sambil merangkul dan memeluk wartawan.

Disaat wartawan ingin keluar dari kantor bupati dirinya memegang wartawan dan kembali merengek rengek meminta maaf agar berita itu tidak dinaikan. "Yok kita makan siang, dimana yang enaknya makan siang di Bagan," ucapnya merayu. [**hr]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT