Lakukan 5 Tes Kesehatan Terkait Hubungan Intim

Ahad, 06 Desember 2015 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Nah jangan anggap sepele soal kesehatan yang berhubungan dengan kelamin Anda. Karena bagi Anda yang sering melakukan hubungan intim ternyata sejumlah penyakit mengintai Anda tanpa disadari.

Untuk itu lakukan pemeriksaan rutin agar Anda terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan.  Anda pun tahu bahwa seks yang melibatkan tubuh manusia ini bisa menjadi ajang penularan virus yang mampu berujung dengan munculnya berbagai macam penyakit jahat. 

Bagi Anda yang sudah aktif melakukan hubungan seksual, Anda harus tahu pemeriksaan kesehatan apa saja yang sebaiknya Anda lakukan.

Berikut daftarnya.

Pap Smear
Pap smear adalah tes kesehatan seputar serviks (benda berbentuk tombol di rahim yang menaungi bayi ketika kehamilan). Tes dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah berpengalaman. Sampel cairan atau lendir di serviks diambil dengan memasukkan sebuah batang olesan berujung kapas, dan memutarnya di permukaan serviks. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi kanker mulut rahim/serviks atau infeksi

VDRL
Serologi uji untuk sifilis (VDRL) adalah pemeriksaan untuk mengetahui infeksi Treponema pallidum, penyebab penyakit Sifilis. Karena 70% penderita penyakit ini adalah wanita, maka seluruh hasil pemeriksaan positif harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan TPHA

Hepatitis C
Kematian akibat infeksi hepatitis C kini terus meningkat, bahkan melebihi kematian akibat HIV. Faktor penyebabnya adalah karena terinfeksi virus hepatitis C. Hepatitis C menular melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dari transfusi darah, serta hubungan seksual. Penularan juga bisa terjadi dari ibu ke janin. 

Herpes Simpleks
Infeksi virus herpes simpleks (HSV) tipe II adalah infeksi virus yang umumnya dapat terlihat pada kemaluan seseorang, dan ditularkan melalui hubungan intim atau seksual. Setelah infeksi primer, HSV akan menjadi laten (menetap) di sel saraf dan apabila kondisi Anda sedang drop atau kekebalan tubuh menurun, maka HSV dapat kambuh kembali. 

HIV
HIV (Human Imunodeficiency Virus) merupakan suatu infeksi virus yang dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh dengan mengahancurkan sel darah putih khusus untuk pertahanan tubuh. 

Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. 

Gejala awal umumnya berupa demam, sakit kepala, penurunan berat badan, gejala mirip sakit flu. Namun pada tahap lanjut akan terjadi infeksi pada berbagai organ seperti otak, paru dan organ lain. [**]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT