Mayat Balita Korban Malpraktik Bekasi Utuh

Sabtu, 28 November 2015 - 00:00:12 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Petugas kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan tim ahli forensik dan Biddokkes Polda Metro Jaya membongkar makam Falya Raafani Blegur, Jumat, 27 November 2015. Balita yang meninggal dunia diduga karena kesalahan tim medis di Rumah Sakit Awal Bros, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Belasan petugas sudah tiba di tempat pemakaman umum (TPU) Kranji, Bekasi sejak sekitar pukul 08.00 WIB. Tempat gadis kecil berusia 14 bulan itu dikebumikan keluarganya sejak awal November 2015.

Beberapa waktu kemudian, petugas pemakaman yang menyertai kehadiran polisi mulai menggali liang lahat tempat mayat mungil Falya bersemayam.

Sedikit demi sedikit tanah yang menutupi mayat Falya diangkat ke atas. Satu jam berlangsung, akhirnya di dasar kubur jasad mulai terlihat dan petugas pun mengangkat mayat dan diletakkan di atas meja di dalam tenda tertutup yang telah disiapkan untuk proses autopsi.

Namun, saat kain kafan yang menutupi mayat Falya dibuka, semua petugas yang menyaksikan itu terpana dan sontak mengucapkan takbir.

"Jasadnya masih utuh, tidak ada lalat atau belatung yang hinggap di tubuh balita ini. Kuasa Allah. Memang masih kelihatan suci, berbeda dengan jasad orang dewasa kebanyakan," kata Kanit I Sub Direktorat Sumberdaya Lingkungan Reskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Harris Jakin dilansir Viva.

Lalat pun tak hinggap

Menurut Harris, selama proses pembongkaran makam Falya, lokasi tersebut telah dipenuhi mungkin ratusan hingga seribuan ekor lalat.

Dan, kehadiran lalat itu bukan hal yang aneh terjadi di saat proses seperti ini. Karena, hewan yang satu ini memiliki kebiasan untuk berada di lokasi yang memiliki bau khas seperti juga bau mayat yang telah dikubur lama.

Tapi, Harris menceritakan, di proses pembongkaran makam itu, tak seekor pun lalat yang mengepung lokasi yang mau hinggap di mayat Falya. Lalat hanya berterbangan dan hinggap di tempat sekitar mayat saja.

"Memang secara ilmu kedokteran proses pembusukan sama saja antara mayat dewasa dan bayi," kata Harris.

Mengambil tanah kuburan

Makam bayi yang sudah berumur hampir satu tahun dibongkar demi kepentingan penyelidikan dugaan kasus malapraktik tim medis RS Awal Bros Bekasi.

Dan proses pembongkaran ini dilakukan oleh tim Biddokkes Polda untuk uji toksikologi. Uji tersebut untuk menunjukkan ada atau tidak indikasi almarhumah keracunan, serta zat-zat apa yang di dalam tubuhnya.

Tim forensik mengambil sampling organ tubuh seperti hati empedu, ginjal, lambung, dan jantung. Selain itu, juga diambil sampling tanah di 20 meter sekitar makam, dengan jarak 20 centimeter meter dari setiap sisi, barat, timur, utara, selatan.

Kemudian tanah di atas papan, serta di bawah jenazah yaitu sekitar lambung. "Tanah sekitar, tanah di bawah jenazah, di bawah jeroannya. Lalu dilihat ada tanda-tanda kekerasan atau tidak, juga titik infusnya di mana," kata Harris.

Tampak sebelum melakukan proses pembongkaran sebagai keperluan autopsi, salah satu petugas dari Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP terlebih dahulu sebelum mengambil sampling untuk kebutuhan otopsi.

Mayat Falya kembali dikuburkan

Selanjutnya, hasil uji toksikologi yang diambil oleh tim Puslabfor Bareskrim Mabes Polri dan tim forensik Polda Metro Jaya telah dikumpulkan di satu boks plastik itu dibawa ke laboratorium forensik RS Polri dr. Soekamto. Setelahnya, jenazah kembali dikafankan dan dibacakan doa oleh seorang ustad.

Adapun pihak keluarga berharap hasil otopsi ini akan memberikan penjelasan mengenai penyebab meninggalnya bayi tersebut yang dianggap janggal.

"Dengan ini keluarga berharap Polda bantu mengungkap seterang-terangnya sesuai fakta dan kami bisa mendapatkan keadilan yang selama ini tidak didapatkan keluarga," kata Yusuf Blegur. [vva]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT